Sejarah Qurban Nabi Ibrahim, Asal Mula Penyembelihan Hewan Iduladha yang Penuh Makna

Reporter

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

26 - May - 2026, 08:39

Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Selain menjadi momen penting bagi umat Islam untuk melaksanakan salat Id dan menyembelih hewan qurban, Iduladha juga menyimpan sejarah panjang tentang ketakwaan dan pengorbanan luar biasa.

Tradisi qurban yang dilakukan setiap tahun ternyata berawal dari kisah mengharukan antara Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Kisah ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam dan terus dikenang hingga sekarang sebagai simbol kepatuhan kepada Allah SWT.

Baca Juga : Penjualan Kambing Kurban Anjlok, Disnaskeswan Lamongan Cek Kesehatan

Merangkum nu.or.id⁠, sejarah qurban bermula ketika Nabi Ibrahim AS mendapat mimpi untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail AS.

Awal Mula Perintah Qurban

Sebagai seorang nabi, Ibrahim memahami bahwa mimpi tersebut bukan mimpi biasa. Namun pada awalnya ia tetap merasa bingung dan terus memohon petunjuk kepada Allah SWT.

Mimpi itu ternyata datang berulang hingga tiga kali. Dalam mimpi tersebut, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih Nabi Ismail yang saat itu masih berusia sekitar tujuh tahun.

Karena yakin itu merupakan wahyu dari Allah SWT, Nabi Ibrahim akhirnya menyampaikan mimpi tersebut kepada putranya. Kisah itu diabadikan dalam Al-Qur’an Surat As-Saffat ayat 102.

Ayat tersebut menceritakan bagaimana Nabi Ibrahim meminta pendapat Ismail terkait mimpi tersebut.

Alih-alih menolak, Nabi Ismail justru menunjukkan ketakwaan luar biasa. Ia meminta ayahnya menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Jawaban Nabi Ismail dalam Surat As-Saffat ayat 102 menjadi bukti ketaatan seorang anak kepada Allah SWT dan orang tuanya.

“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Mendengar jawaban itu, Nabi Ibrahim semakin sedih sekaligus bangga. Meski berat, keduanya tetap berserah diri kepada Allah SWT.

Perjalanan ke Mina dan Ujian Keimanan

Setelah sepakat menjalankan perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim membawa Ismail menuju Mina untuk melaksanakan penyembelihan.

Dalam sejumlah tafsir disebutkan, Nabi Ismail bahkan meminta ayahnya mengencangkan ikatan dan mempercepat gerakan pisau agar proses penyembelihan terasa lebih ringan.

Kisah tersebut dijelaskan dalam kitab tafsir karya Syekh Muhammad Sayyid Ath-Thanthawi serta Imam Fakhruddin Ar-Razi yang menggambarkan besarnya keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menaati perintah Allah SWT.

Mukjizat Allah SWT Mengganti Ismail dengan Domba

Saat Nabi Ibrahim hendak menyembelih putranya menggunakan pisau tajam, keajaiban pun terjadi. Pisau itu tidak mampu melukai leher Nabi Ismail sedikit pun.

Allah SWT kemudian memanggil Nabi Ibrahim dan menyatakan bahwa dirinya telah berhasil menjalani ujian keimanan dengan sempurna.

Baca Juga : Khawatir Beli Hewan Kurban Berpenyakit, Ini Saran Dispangtan Kota Malang

Sebagai gantinya, Allah SWT menebus Nabi Ismail dengan seekor sembelihan besar berupa domba. Peristiwa ini diabadikan dalam Surat As-Saffat ayat 104-108.

Peristiwa tersebut menjadi awal mula disyariatkannya ibadah qurban dalam Islam.

Makna Qurban dalam Islam

Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan. Di baliknya terdapat banyak pelajaran penting bagi umat Islam.

1. Simbol Ketakwaan kepada Allah SWT

Qurban mengajarkan bahwa seorang Muslim harus mendahulukan perintah Allah SWT di atas kepentingan pribadi.

2. Bentuk Keikhlasan dan Pengorbanan

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menunjukkan pentingnya ikhlas dalam menjalankan perintah Allah SWT meski terasa berat.

3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Daging qurban dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Hal ini menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan antarumat.

4. Mengingat Sejarah Islam

Setiap Iduladha, umat Islam diajak kembali mengingat perjuangan dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya.

Tradisi penyembelihan hewan qurban pada Hari Raya Iduladha merupakan bentuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT.

Hewan yang disembelih biasanya berupa kambing, domba, sapi, atau unta sesuai syariat Islam. Dagingnya kemudian dibagikan kepada keluarga, kerabat, hingga masyarakat kurang mampu.

Karena itu, Iduladha bukan hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momen berbagi dan mempererat solidaritas sosial.

Kisah qurban Nabi Ibrahim AS mengandung banyak hikmah yang relevan hingga saat ini. Umat Islam diajarkan untuk selalu percaya kepada ketentuan Allah SWT, bersabar dalam ujian, dan ikhlas dalam beribadah.

Dari peristiwa inilah ibadah qurban terus dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha sebagai simbol ketakwaan dan pengorbanan kepada Allah SWT.