Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Turun Lakukan Pemeriksaan
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Yunan Helmy
20 - May - 2026, 05:51
JATIMTIMES - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan ternak, Selasa (19/5/2026).
Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, layak, dan memenuhi syarat kurban.
Baca Juga : Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Ungkap Urgensi Payung Hukum Pusat soal Transportasi Online
Petugas mendatangi 11 lapak penjualan hewan ternak yang berada di pusat Kota Banyuwangi. Mayoritas hewan yang diperiksa berupa kambing dan domba.
Pemeriksaan dilakukan dengan mengecek kondisi fisik ternak, suhu tubuh, hingga usia hewan. Petugas memastikan hewan kurban telah memenuhi syarat umur minimal melalui pemeriksaan gigi.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, program pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit hewan meningkatnya transaksi menjelang hari raya kurban.
“Jika kondisi hewan tidak sehat, kami akan beri obat dan vitamin. Sementara untuk memastikan usianya sudah satu tahun atau lebih, gigi kambing dipastikan sudah tanggal atau poel,” ujar Danang.
Menurut dia, pengawasan tidak hanya dilakukan di lapak pinggir jalan, tetapi juga menyasar pasar hewan dan pedagang musiman yang mulai bermunculan menjelang Idul Adha tahun ini.
“Terutama mengantisipasi penyakit, agar tidak ditemukan hewan yang sakit di lapak-lapak penjualan. Nanti tim juga akan terus turun ke lapangan, berkeliling ke seluruh lapak, termasuk pedagang musiman. Jangan sampai ada penyebaran penyakit di lapak hewan kurban,” tambahnya.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan seluruh hewan ternak yang ada di lapak pusat kota dalam kondisi layak untuk kurban. Lapak yang telah lolos pemeriksaan diberikan sertifikat sebagai tanda bahwa hewan yang dijual telah diperiksa petugas.
Salah seorang pedagang hewan kurban musiman di Jalan MH Thamrin Banyuwangi, Misdi, mengaku penjualan tahun ini lebih baik dibanding Idul Adha tahun lalu.
Dia menilai kondisi ekonomi masyarakat dan momentum Idul Adha tahun ini membuat permintaan meningkat.
Baca Juga : Bupati Gresik Ingatkan Orang Tua, Ketergantungan Gadget Dapat Pengaruhi Pembentukan Karakter Anak
“Saya sudah jualan tiga hari. Sehari bisa laku sekitar lima ekor. Kalau tahun lalu, kadang sehari tidak ada. Paling banyak satu-dua ekor,” kata Misdi.
Pada hari kurban tahun ini, Misdi menargetkan penjualan hingga 100 ekor kambing dan domba. Hewan kurban yang dijual dibanderol mulai Rp. 2 juta hingga Rp. 6,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi ternak.
Menurut Misdi, harga hewan kurban saat ini mengalami kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa. Meski demikian, ia menawarkan fasilitas penitipan hewan hingga hari pelaksanaan kurban tanpa biaya tambahan.
“Kelebihannya kalau beli di kami, bisa titip sampai nanti hari H lebaran, tidak perlu tambah lagi,” ujarnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto, menyebut kebutuhan hewan kurban di Banyuwangi diperkirakan mencapai sekitar 3 ribu ekor sapi, 10 ribu ekor kambing, dan 7 ribu ekor domba pada Idul Adha tahun ini.
Ia memastikan ketersediaan ternak di Banyuwangi masih mencukupi karena daerah tersebut mengalami surplus populasi ternak.
“Untuk populasi, Banyuwangi selalu surplus. Populasi sapi di Banyuwangi sekitar 89 ribu ekor sapi dan 325 ribu ekor kambing-domba,” jelas Nanang.
