Korsleting Picu 50 Persen Kebakaran di Kota Malang, Musim Kemarau Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

20 - May - 2026, 11:44

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di wilayah padat penduduk di Kota Malang beberapa saat lalu. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Memasuki musim kemarau, warga Kota Malang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu korsleting listrik. Sebab, sepanjang 2025 tercatat 118 kasus kebakaran di wilayah tersebut, separuh kejadian berasal dari gangguan instalasi listrik.

Data UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang menunjukkan, dari total 118 peristiwa kebakaran, sebanyak 59 kasus atau sekitar 50 persen disebabkan korsleting listrik. Dengan masalah kelistrikan atau korsleting sebagai pemicu paling dominan.

Baca Juga : Rutan Situbondo Tanam Puluhan Ribu Bibit Tembakau untuk Pembinaan dan Pemberdayaan Desa

Jika terjadinya korsleting saat cuaca panas dan kering di musim kemarau dapat mempercepat perambatan api. Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan potensi kebakaran dari aktivitas sehari-hari di rumah.

“Dalam menghadapi musim kemarau untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Hindari kelalaian-kelalaian kecil yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ucap Pandu, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, kelalaian kecil seperti membiarkan kabel elektronik tetap terpasang atau penggunaan instalasi listrik yang tidak layak bisa berujung fatal. Selain korsleting, kebakaran di Kota Malang juga dipicu kebocoran gas elpiji sebanyak 16 kasus dan kelalaian manusia dalam 15 kejadian.

Sementara lima kasus lainnya terjadi akibat unsur kesengajaan, serta lima peristiwa dipicu perambatan api atau panas saat musim kemarau.

Pandu mengimbau masyarakat untuk lebih waspada selama musim kemarau, mengingat cuaca kering membuat api lebih mudah membesar dan merembet ke bangunan sekitar. Warga diminta rutin memeriksa kondisi kabel listrik di rumah, memastikan perangkat elektronik dicabut saat tidak digunakan, serta mengecek kompor, regulator, dan tabung LPG agar tidak mengalami kebocoran.

Baca Juga : Seperti Indonesia, Negara Pasifik Ini Ingin Ganti Nama demi Hapus Jejak Kolonial

“Jangan membakar sampah sembarangan, terutama saat angin kencang di musim kemarau. Hal-hal kecil seperti ini sering menjadi awal terjadinya kebakaran yang sulit dikendalikan,” imbau Pandu.

Menurutnya, langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan jumlah kejadian kebakaran di Kota Malang. Kesadaran masyarakat dinilai sangat penting, mengingat sebagian besar kasus justru bermula dari faktor yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal.