Lembaga Sertifikasi Profesi P-1 UIN Malang Kebut Pembaruan SISFO, Persiapan Sertifikasi Tahap Kedua Mulai Dimatangkan
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
08 - May - 2026, 07:52
JATIMTIMES - Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P-1) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, tengah berpacu menyelesaikan penyempurnaan Sistem Informasi (SISFO) menjelang pelaksanaan uji sertifikasi tahap kedua yang ditargetkan berlangsung pada awal Juni 2026. Di tengah proses tersebut, validasi dan penginputan data asesor menjadi pekerjaan paling krusial sekaligus memakan waktu cukup panjang.
Penyempurnaan sistem dilakukan setelah pelaksanaan bimbingan teknis atau bimtek pengisian SISFO. Namun dalam praktiknya, tim pengelola masih harus melakukan penyesuaian data satu per satu agar seluruh asesor benar-benar sesuai dengan skema sertifikasi yang diikuti mahasiswa.
Kondisi itu membuat proses administrasi tidak bisa dilakukan secara cepat. Setiap data harus diverifikasi secara detail karena kesalahan penempatan asesor dapat berdampak pada proses pengajuan sertifikat kompetensi.
“Penginputan data asesor memang membutuhkan ketelitian tinggi karena harus disesuaikan dengan masing-masing skema sertifikasi. Jadi prosesnya tidak bisa dilakukan secara terburu-buru,” ujar Ahmad Ghozi, salah satu tim pengelola LSP P-1, Jumat, (8/5/2026).
Saat ini, pengurus LSP P-1 masih melakukan sinkronisasi antara data peserta, skema sertifikasi, dan penempatan asesor di dalam sistem. Proses tersebut dikerjakan secara intensif oleh Ahmad Ghozi, Alifia Putri Febriyanti, Okta Qomaruddin Aziz, Dien Nur Chotimah, Rayno Dwi Adityo, dan Nora Ria Retnasih.
Mereka membagi tugas mulai dari pengecekan administrasi, penyesuaian skema, hingga percepatan input data di SISFO. Penyempurnaan itu dinilai penting agar proses sertifikasi tahap berikutnya tidak mengalami hambatan administratif.
Persiapan uji sertifikasi tahap kedua juga mulai dimatangkan menyusul pelaksanaan tahap pertama yang telah digelar beberapa bulan lalu dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi. Evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya menjadi dasar pembenahan sistem yang kini sedang dilakukan.
Baca Juga : Aktif Kembangkan Literasi Halal, UIN Maliki Malang Diganjar Penghargaan di UB Halal Metric Awards 2026
Di sisi lain, keberadaan SISFO menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses sertifikasi profesi karena seluruh data peserta dan asesor terintegrasi di dalamnya. Karena itu, pengurus memilih memperketat proses validasi dibanding mempercepat input data tanpa pengecekan detail.
Langkah pembenahan tersebut dilakukan agar pengajuan sertifikat kompetensi mahasiswa dapat berjalan lebih lancar sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi saat proses sertifikasi berlangsung.
