Dinamika Partai NasDem Terasa Hingga Kota Malang, Suyadi: Ini Justru Pemicu Semangat Kami

17 - Apr - 2026, 11:02

Kader Partai NasDem Malang Raya saat berkumpul di kantor NasDem Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinamika politik menjelang kontestasi elektoral kian terasa di tubuh Partai NasDem, termasuk di Kota Malang. Fenomena perpindahan kader tidak hanya terjadi di tingkat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari arus besar yang tampak di panggung politik nasional, di mana mobilitas politik antarpartai semakin terbuka dan pragmatis.

Ketua DPD NasDem Kota Malang, Suyadi, mengakui adanya kader yang mulai bergeser ke partai lain. Ia menyebut, meski belum memiliki data rinci, indikasi perpindahan itu cukup terlihat dari sejumlah figur yang sebelumnya berada di lingkaran partai.

Baca Juga : Khutbah Jumat 17 April 2026: 4 Tingkatan Rezeki yang Sering Terlupakan 

 

"Kami tidak tahu persis tapi yang pasti ada, info yang jelas terlihat kan mantan ketua, sepertinya gabung Partai Gerindra," ujar Suyadi.

Selain itu, pergeseran juga terjadi pada level calon legislatif. Sejumlah nama yang sebelumnya diusung NasDem disebut memilih jalur politik baru, sebuah fenomena yang kerap menguat menjelang pemilu sebagai bagian dari strategi mencari peluang elektoral yang lebih besar. "Ada pula caleg yang sudah bergeser," tambahnya.

Menurut Suyadi, fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik nasional. Dalam beberapa waktu terakhir, perpindahan kader antar partai juga mencuat di berbagai daerah, bahkan melibatkan tokoh-tokoh besar, sehingga berdampak pada peta kekuatan politik di tingkat lokal.

"Buat kami, setiap warga negara, berhak ikut kontestasi kedepan, lewat mana? Ya partai," tegasnya.

Ia menilai, perpindahan kader merupakan keniscayaan dalam sistem demokrasi terbuka. Ketika peluang kemenangan dinilai kecil di satu partai, kader cenderung mencari kendaraan politik lain yang dianggap lebih menjanjikan secara elektoral.

"Kalau memang ganti partai ya itu keniscayaan. Kalau dia ingin jadi pemenang misal di NasDem belum memungkinkan menang atau kesempatan kecil ya apa boleh buat," lanjutnya.

Baca Juga : Podcast NGODE DPRD Jatim: Khusnul Arif Ungkap Nasib Trans Jatim di Tengah Krisis 

 

Meski demikian, NasDem Kota Malang tidak melihat kondisi ini sebagai kemunduran. Justru, situasi tersebut dianggap sebagai alarm sekaligus momentum untuk melakukan konsolidasi internal dan membangkitkan kembali semangat kader yang masih bertahan.

"Tapi itu buat kami itu suatu tantangan pemicu untuk kembali semangat kembali," pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah kader Partai NasDem di pusat dikabarkan akan segera bergabung dengan PSI. Bahkan hal itu telah dibenarkan oleh sejumlah elit PSI. Namun pengumuman bergabungnya kader dari partai yang dipimpin Surya Paloh itu masih menunggu waktu.