FHTB 2026 Hadirkan Kompetisi Memasak, Diikuti 14 Perwakilan Negara

Editor

Yunan Helmy

15 - Apr - 2026, 05:19

Kompetisi memasak di FHTB

 

 

 

 

JATIMTIMES - Tahun yang dinanti oleh pelaku industri sektor hospitality, makanan, dan minuman (food and beverage/F&B) telah tiba. Pasalnya, Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) akan kembali hadir sebagai pameran internasional terdepan untuk sektor ini di kawasan Indonesia Timur.

 Memasuki edisi ke-14, FHTB 2026 memperkuat perannya sebagai platform strategis yang mendorong pertumbuhan bisnis, inovasi industri, serta ekspansi sektor pariwisata nasional.

Baca Juga : Profil Viktor Axelsen, Legenda Denmark yang Resmi Gantung Raket usai Cedera Punggung

FHTB 2026 akan digelar tanggal 28-30 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Selama tiga hari penyelenggaraan, FHTB 2026 menjadi pusat aktivitas bisnis Pulau Dewata Bali yang membuka akses pelaku industri dari dalam dan luar negeri, mulai dari pemasok global, pelaku usaha HoReCa (Hotel, Restaurant, and Cafe), hingga buyer potensial dari hotel danrestoran serta distributor dan importir global, ke pasar yang dinamis dan terus berkembang.

Selaku portfolio director, Meysia Stephanie mengatakan FHTB selalu menonjolkan ragam inovasi di industri ini, tren terbaru seperti wellness tourism, serta kompetisi kuliner bergengsi, selain tetap menjadi pusat pertukaran ide, inovasi, dan peluang bisnis. 

“FHTB 2026 akan menjadi panggung utama bagi pelaku usaha untuk mengetahui bagaimana industri perhotelan, pariwisata dan F&B berkembang pesat. Pengunjung akan merasakan pengalaman yang lebih nyata dan berkualitas. Maka FHTB diharapkan bisa terus menjadi platform penting untuk ekspansi usaha, penjajakan kemitraan strategis, serta penetrasi pasar Indonesia Timur yang semakin menjanjikan,” jelas Meysia.

Pertumbuhan industri pada sektor ini menunjukkan prospek yang semakin kuat. Belanja konsumen untuk sektor F&B di Indonesia diproyeksikan meningkat lebih dari 5% per tahun hingga 2030, dengan nilai pengeluaran yang terus berkembang signifikan. 

Dari sektor pariwisata dan hospitality, pasar global pembelian tiket perjalanan secara online diperkirakan mencapai US$1.835,6 miliar pada 2031, sementara Indonesia diproyeksikan menguasai pangsa pasar hingga US$22 miliar pada 2026. (sumber: https://www.fhtbali.com)

Hal ini juga sejalan dengan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia yang terus meningkat tiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Desember tahun 2025, terdapat 1,41 juta kunjungan wisatawan asing dengan peningkatan sebesar 14,43 % (y-on-y), dibandingkan periode yang sama di tahun 2024. 

Bali  menyumbang total sekitar 5,25 juta kunjungan wisatawan asing di tahun 2025, mewakili lebih dari 44 % dari total kedatangan wisatawan Internasional ke Indonesia, yang sekaligus menggarisbawahi pentingnya kehadiran FHTB dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata nasional. 

“Sehingga FHTB dapat dikatakan bukan hanya sekadar pameran dagang, tetapi juga platform strategis yang mempertemukan peluang, inovasi, dan kolaborasi yang dinamis. Di tengah pertumbuhan industri yang semakin kompetitif, FHTB menjadi katalis penting bagi pelaku usaha untuk berkembang dan beradaptasi,” tambah Meysia.

Baca Juga : Pengedar Narkotika di Oro-Oro Ombo Diringkus Polres Batu, 40 Butir Ekstasi Diamankan

Tahun 2026 ini ada lebih dari 200+ perusahaan global dari 14 negara/wilayah berbeda seperti Malaysia, China, Prancis, Singapura, Thailand, Itali dan negara lainnya yang akan berkesempatan untuk menampilkan beragam produk dan layanan unggulan, termasuk makanan dan minuman premium, peralatan food service (vegan food, bakery, pastry & gelato) perlengkapan hospitality, kopi, wine & spirits, hingga solusi kemasan dan kebutuhan retail. 

Pada FHTB 2026 juga terdapat berbagai macam acara unggulan yang diselenggarakan oleh berbagai mitra asosiasi diantaranya; The 13th Salon Culinaire Bali yang menjadi kompetisi dua tahunan bergengsi oleh Bali Culinary Professional (BCP), Wine Masterclass oleh Indonesia Sommelier Association (ISA) Bali Chapter, Barista Female Creation by Last.Brew, seminar industri oleh Z Bio, Waterhub, LPPOM, BCP, Perum Bulog, dan BRCA. Selain itu, pada FHTB 2026 juga disoroti tren Wellness Tourism (wisata kebugaran) yang tengah tumbuh pesat di Bali, serta usaha mengembangkan pariwisata berkelanjutan guna membangun ekosistem hospitality yang tangguh

President Bali Culinary Profesional (BCP), Bayu Retno Timur yang juga merangkap sebagai Executive Chef Mandapa A Ritz Carlton Reserve Bali, menjelaskan salah satu kegiatan menarik di FHTB 2026 yakni The 13th Salon Culinaire Bali yang tahun ini mengusung tema Bali Biennial Prestigious, Cooking Competition.

 Kompetisi ini ditujukan untuk mengembangkan kemampuan dan bakat para chef muda yang dituangkan dalam sebuah masakan.

“Kompetisi memasak ini ada beberapa kategori, tapi salah satu yang menarik adalah kelas Asian Chef Menu dan The Return of Dewata Gastronomy Challenge yang sudah 8 tahun vakum sejak 2018. Sebagai kategori prestigious national team, kelas ini akan dilombakan bekerjasama dengan Chef, Sommelier/Barista, Waiters Service Team, serta Manager Team dalam satu payung restoran atau hotel yang sama,” jelas Bayu.

Ia juga menambahkan, kompetisi tersebut juga diikuti tak hanya oleh peserta nasional saja, tapi juga internasional dari beberapa negara seperti Taiwan, Malaysia, Sri Lanka dan lain sebagainya. Dimana para pesertanya kebanyakan merupakan para chef muda, yang sengaja dipilih oleh kampus atau tempat mereka bekerja untuk mewakili kompetisi bergengsi ini.

Selain kompetisi memasak, terdapat pula kompetisi barista yang spesial dengan menampilkan secara khusus barista perempuan dengan talenta di industri kopi. Project Head - Barista Female Creation FHTB 2026 by Last.Brew, Yani Elok Pratiwi menjelaskan kompetisi ini secara khusus bersifat inklusif dan hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan peran perempuan di industri F&B, khususnya di sektor kopi, yang hingga saat ini masih memiliki ruang besar untuk terus berkembang.

Selain acara-acara tersebut, FHTB 2026 juga menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan (sustainability) dengan menghadirkan perusahaan dan brand yang mengusung praktik ramah lingkungan di sektor hospitality, F&B, dan pariwisata. Menampilkan produk organik, solusi hemat energi, kemasan berkelanjutan, serta inovasi pengurangan limbah, FHTB sekaligus menjadi platform kolaborasi untuk mendorong industri yang lebih hijau dan pariwisata yang berkelanjutan. 

Tren keberlanjutan semakin menjadi fokus utama di industri pariwisata, dengan nilai pasar pariwisata berkelanjutan global diperkirakan mencapai US$11,4 triliun pada 2032 dan 83% wisatawan dunia menilai perjalanan berkelanjutan sebagai hal yang penting. Sejalan dengan meningkatnya kesadaran global terhadap praktik ramah lingkungan, FHTB 2026 terus mengedepankan isu keberlanjutan sebagai bagian integral dari perkembangan industri hospitality dan pariwisata, diantaranya melalui sustainability workshop bertemakan Sustainable and Impactful Food Management: Social & Environmental Actions yang dibawakan oleh Scholars of Sustainable (SOS) Bali. Selain itu, juga dihadirkan beragam inovasi berkelanjutan, mulai dari produk eco-friendly, efisiensi energi, hingga solusi pengelolaan limbah di sektor hotel, restoran, dan katering.