Unisma Perkuat Jejaring Internasional, Dorong Peran Kampus Redam Dampak Konflik Global

Editor

Dede Nana

01 - Apr - 2026, 04:37

Direktur Pascasarjana Unisma, M. Mas’ud Said (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Di tengah meningkatnya eskalasi konflik global yang berdampak hingga ke sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) memilih memperkuat jalur akademik sebagai bagian dari solusi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Universiti Teknologi MARA pada Selasa (31/3/2026).

Kerja sama tersebut tidak sekadar menjadi agenda institusional, melainkan diposisikan sebagai respons intelektual atas situasi dunia yang kian tidak menentu. Direktur Pascasarjana Unisma, M. Mas’ud Said, menilai peran perguruan tinggi semakin krusial dalam meredam dampak konflik yang meluas lintas negara.

Baca Juga : HUT ke-112 Kota Malang: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Deretan Prestasi Nasional hingga Internasional

“Kita sedang menghadapi konflik besar di dunia. Dampaknya bukan hanya antarnegara, tapi sampai ke energi, pangan, ekonomi, bahkan kehidupan keluarga. Ini yang harus dijawab oleh kampus,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menegaskan, perang modern tidak lagi terbatas pada wilayah fisik, melainkan merembet ke berbagai aspek kehidupan. Kenaikan harga kebutuhan pokok, tekanan terhadap anggaran negara, hingga terganggunya pendidikan menjadi konsekuensi nyata yang dirasakan masyarakat.

“Perang itu tidak hanya di udara, laut, atau darat. Dampaknya sampai ke rumah tangga, ke ibu-ibu, ke anak-anak sekolah. Kalau ekonomi terganggu, semuanya ikut terdampak,” kata Mas’ud.

Dalam konteks tersebut, kerja sama internasional antar kampus dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun kekuatan kolektif berbasis ilmu pengetahuan. Melalui MoA ini, Unisma dan UiTM sepakat memperdalam kajian ilmiah, khususnya yang berkaitan dengan resolusi konflik dan perdamaian dunia.

“Kami ingin memperdalam penulisan kajian ilmiah tentang konflik dan bagaimana mencari resolusinya. Tidak ada manusia yang ingin perang, semua ingin damai, tapi cara yang ditempuh sering kali keliru,” tegasnya.

Selain penguatan riset, kolaborasi ini juga mencakup pertukaran akademik dan pengabdian masyarakat lintas negara. Mahasiswa dan dosen dari kedua institusi akan terlibat langsung dalam kegiatan sosial, mulai dari pesantren hingga pembangunan desa, sebagai upaya menghadirkan dampak nyata dari kerja sama tersebut.

“Kami saling mengirim mahasiswa dan dosen. Mereka belajar langsung di masyarakat, begitu juga kami ke sana. Ini bukan hanya akademik, tapi menyatukan cara pandang,” jelasnya.

Mas’ud juga menyoroti pentingnya peran kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara, dalam menjaga stabilitas global. Ia menilai, solidaritas antarnegara di kawasan ini dapat menjadi contoh alternatif di tengah konflik yang terjadi di belahan dunia lain.

Baca Juga : HUT ke-112 Kota Malang: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Deretan Prestasi Nasional hingga Internasional

“ASEAN sampai hari ini relatif solid. Ini berbeda dengan beberapa kawasan lain yang justru terpecah karena aliansi. Asia harus menjadi contoh bahwa negara bertetangga bisa kuat jika bersatu,” ujarnya.

Menurutnya, konflik antarnegara memang tidak bisa dihindari, namun dapat dikelola melalui pendekatan dialog dan kesepakatan bersama. Peran akademisi dalam menghadirkan gagasan damai menjadi salah satu kunci penting dalam proses tersebut.

“Tidak ada negara yang tanpa konflik. Tapi dengan resolusi konflik dan kesepakatan para pemimpin, semuanya bisa direduksi. Ini yang terus kita dorong melalui kajian akademik,” katanya.

Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi bagian dari strategi Unisma dalam memperkuat posisinya menuju perguruan tinggi berkelas dunia pada 2027. Jejaring internasional dinilai sebagai elemen penting dalam membangun reputasi global sekaligus memperluas kontribusi kampus.

World Class University itu harus punya jaringan kuat. Kolaborasi seperti ini menjadi salah satu indikator penting, sekaligus jalan untuk berkontribusi lebih luas,” pungkasnya.