Kota Batu Siaga Campak, Suspek Sempat Tembus 120 Kasus, Bumiaji Jadi Atensi Khusus
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
16 - Mar - 2026, 06:46
JATIMTIMES – Tren kesehatan di Kota Batu tengah menunjukkan alarm serius menyusul lonjakan signifikan kasus suspek campak. Kurun waktu dua tahun terakhir, temuan suspek penyakit menular ini melonjak hingga dua kali lipat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, jika sebelumnya ditemukan 56 kasus suspek, angka tersebut meroket tajam hingga menembus 120 kasus pada tahun 2025.
Baca Juga : Lebaran 2026, 25 Ribu Orang Berangkat Mudik dari Stasiun Malang
Sekretaris Dinkes Kota Batu, Yuni Astuti, mengungkapkan bahwa dari ratusan suspek tersebut, enam pasien telah dikonfirmasi positif campak dan satu pasien terdeteksi mengidap rubela. Dari peta persebaran, wilayah Kecamatan Bumiaji tercatat sebagai daerah dengan temuan kasus paling dominan dan kini menjadi fokus pengawasan tim medis.
"Melihat tren ini, kami akan memfokuskan kampanye imunisasi campak dan rubela (MR) mulai 30 Maret hingga 18 April mendatang. Ini langkah penting untuk mengejar cakupan imunisasi yang tertinggal," tegas Yuni saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Penyakit yang menular melalui percikan ludah ini tidak boleh dianggap remeh. Penderita umumnya mengalami gejala demam tinggi yang disertai munculnya bintik kemerahan pada kulit. Yuni memperingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat memicu komplikasi fatal.
"Jika abai, penderita berisiko mengalami komplikasi berat seperti radang paru (pneumonia), radang otak, hingga kebutaan permanen," imbuhnya.
Bahaya lebih besar juga mengintai ibu hamil jika terinfeksi rubela, karena dapat menyebabkan keguguran hingga kecacatan permanen pada bayi baru lahir (Sindrome Rubela Kongenital). Sebagai langkah proteksi, Dinkes mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi MR lengkap pada usia 9 bulan, 18 bulan, hingga saat duduk di bangku kelas 1 SD.
Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Kota Batu Mengalami Pelambatan di Tahun 2025, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang
Selain memastikan asupan gizi yang optimal, masyarakat diminta proaktif melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala demam dan bintik merah pada anggota keluarga.
"Petugas akan segera melakukan pengambilan sampel darah guna memastikan diagnosis dan memberikan penanganan medis secara cepat untuk memutus rantai penularan di Kota Batu," imbuhnya.
