Namanya Terseret Isu Dugaan Pelecehan Ustaz SAM, Syekh Ahmad Al-Misry Sebut Fitnah

14 - Mar - 2026, 04:31

Pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Nama pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry ramai dibicarakan di media sosial setelah dikaitkan dengan sosok ustaz berinisial SAM yang dilaporkan ke polisi dalam kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis.

Menanggapi isu tersebut, Syekh Ahmad Al-Misry tidak memberikan klarifikasi secara langsung. Ia justru mengunggah pesan bernada sindiran di akun Instagram pribadinya yang menyinggung soal fitnah.

Baca Juga : Deretan Kepala Daerah Kena OTT KPK: dari Bupati Pati, Pekalongan hingga Terbaru Cilacap

Salah satu unggahan itu berisi kalimat yang menyinggung orang-orang yang menyebarkan tuduhan tanpa bukti. "Dibilang lagi puasa, tapi pada makan bangkai saudaranya," tulis Syekh Ahmad Al Misry dilihat JatimTIMES pada Sabtu (14/3/2026). 

Dalam unggahan lain, ia juga menyinggung soal keadilan yang menurutnya akan ditegakkan di akhirat. "Besok di mahkamah Allah kita berjumpa, dan di sanalah keadilan akan ditegakkan," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang ustaz yang dikenal sering tampil di televisi dilaporkan ke kepolisian atas dugaan kasus pelecehan seksual.

Pendakwah tersebut disebut memiliki inisial SAM, dan laporannya kini sedang ditangani penyidik Bareskrim Polri.

Informasi mengenai laporan itu disampaikan oleh kuasa hukum korban, Benny Jehabu. Ia mengatakan pihaknya datang langsung ke kantor kepolisian untuk mengawal proses hukum kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan tokoh agama tersebut.

“Tentu terlapor ini inisialnya SAM. Beliau ini sering mengisi salah satu acara di TV swasta. Ya, tentu judul daripada acara yang diisi sama Beliau ini salah satunya Damai Indonesiaku dan juga ada program-program lain juga yang beliau isi di beberapa TV di stasiun Swasta,” kata Benny, dikutip TikTok @SelebOncamNews, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Benny, kasus ini menjadi perhatian publik karena sosok yang dilaporkan merupakan figur yang cukup dikenal masyarakat.

Ia juga menyebut dugaan pelecehan tersebut tidak hanya melibatkan satu korban. Bahkan, dugaan tindakan itu disebut terjadi terhadap sesama jenis.

Meski demikian, hingga kini identitas lengkap sosok ustaz berinisial SAM tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian.

Adapun program Damai Indonesiaku di tvOne sendiri diketahui menghadirkan berbagai penceramah secara bergantian dalam setiap episodenya. Beberapa pendakwah yang sering mengisi acara tersebut di antaranya Ustaz Riza Muhammad, KH Prof Asrorun Niam, Koh Dennis Lim, Syekh Ahmad Al-Misry, Ustadz Zacky Mirza, hingga Ustadzah Liza Azizah.

Baca Juga : Diamankan Usai Aduan 110, Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Polsek Sukun Dilaporkan Propam

Setelah kabar laporan tersebut beredar, warganet di media sosial mulai berspekulasi mengenai sosok ustaz yang dimaksud.

Salah satu nama yang dikaitkan adalah Syekh Ahmad Al-Misry. Dugaan itu muncul dari sejumlah komentar warganet di media sosial.

"Ustad ternama insial SAM atau yang biasa kita sebut Syekh Ahmad Al-Misri dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan/pelecehan seksual sesama jenis. dia sering ngisi acara di tv, salah satunya program damai Indonesiaku yang tayang di TV ONE," tulis akun @/mudahtertawa_.

Namun hingga kini tidak ada pernyataan resmi yang menyebut Syekh Ahmad Al-Misry sebagai sosok yang dimaksud dalam laporan tersebut.

Selain Syekh Ahmad Al-Misry, nama Ustaz Solmed atau Soleh Mahmud Munawir juga sempat ikut dikaitkan dengan inisial SAM yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi rumor tersebut, suami dari April Jasmine itu langsung memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.

Ia menegaskan bahwa inisial namanya berbeda dengan yang beredar. "Nama saya = Saleh Mahmud Munawir, jadi kalau mau pakai inisial ya SMM bukan SAM," tegas Ustad Solmed.

Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian belum mengungkap identitas lengkap sosok ustaz berinisial SAM yang dilaporkan dalam kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Penyelidikan masih terus berjalan di Bareskrim Polri.