Ponpes Matholi’ul Anwar Simo Masih Gelar Nuzulul Qur'an di Tengah Banjir
Reporter
Defit Budiamsyah
Editor
Nurlayla Ratri
11 - Mar - 2026, 03:32
JATIMTIMES - Peringatan malam Nuzulul Qur’an di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan berlangsung khidmat meski wilayah sekitar pondok tengah dilanda banjir. Kegiatan yang digelar pada Selasa malam (10/3/2026), tetap diikuti para santri dengan penuh semangat dan kekhusyukan.
Genangan air yang mengepung sebagian wilayah sekitar pondok tidak menyurutkan langkah para santri untuk menghadiri peringatan turunnya Al-Qur’an tersebut. Aula pesantren dipenuhi para santri yang mengikuti rangkaian acara dengan tertib, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga tausiyah keagamaan.
Baca Juga : Program Mudik Gratis Pemprov Jatim Berangkatkan Ratusan Pemudik dari Jangkar Situbondo ke Sapudi
Salah satu penggerak kegiatan pesantren, Syaifulloh Abid yang akrab disapa Gus Abid, menyampaikan bahwa kondisi banjir tidak menjadi penghalang bagi para santri untuk tetap memaknai malam Nuzulul Qur’an. “Dengan pendekatan yang dekat dan komunikatif, para santri tetap berpartisipasi aktif dalam kegiatan pesantren, bahkan di tengah kondisi alam yang kurang bersahabat,” ujar Gus Abid. Selasa (10/3/2026) malam.
Ia yang selama ini aktif mengoordinasikan berbagai agenda pesantren juga menilai bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dan semangat menuntut ilmu tidak akan pernah surut meski di tengah berbagai ujian. “Semangat itulah yang membuat peringatan Nuzulul Qur’an tetap berlangsung meriah dan penuh makna,” tambahnya.
Acara tersebut menghadirkan penceramah KH Bi’in Abdussalam yang menyampaikan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa momentum Nuzulul Qur’an bukan sekadar mengenang sejarah turunnya wahyu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat iman serta meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an.
“Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan. Ketika kita diuji dengan berbagai keadaan, termasuk musibah seperti banjir, justru saat itulah kita semakin membutuhkan petunjuk dari Al-Qur’an,” pesannya di hadapan para santri.
Baca Juga : Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan: Fase Itqun Minan Nar, Kesempatan Terakhir Raih Ampunan Allah
Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini juga sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan Ramadhan di lingkungan Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar. Selama bulan suci tersebut, para santri mengikuti berbagai kegiatan religius seperti tadarus Al-Qur’an, pengajian kitab, hingga kegiatan keagamaan lainnya yang memperkuat spiritualitas mereka.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan serta keselamatan bagi seluruh santri dan masyarakat sekitar, sekaligus berharap agar banjir yang melanda wilayah tersebut segera surut.
