Produksi Kacang Goreng Pasir di Jombang Ramai Pesanan Jelang Lebaran
10 - Mar - 2026, 12:03
JATIMTIMES - Produksi kacang goreng pasir di Desa Selorejo, Mojowarno, Jombang banjir pesanan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam sehari, produsen bisa menggoreng kacang kulit hingga 200 Kg.
Kacang goreng pasir salah satunya diproduksi Syaifullah (58) di rumahnya, Dusun Mlaten, Desa Selorejo. Ia sudah sejak tahun 1990 menggeluti usaha kacang goreng pasir. Untuk produksinya, ia menggunakan kacang jenis hibrida dan lokal.
Baca Juga : Dua Warga Jatibanteng Situbondo Diduga Hanyut Terbawa Arus Banjir
Kacang kulit ini terlebih dulu dijemur agar mengering sebelum digoreng. Selanjutnya, kacang kulit dimasukan ke dalam wajan besar berisi pasir yang telah dipanaskan. Karena kacang ini digoreng dengan pasir, maka disebut kacang goreng pasir.
"Kita goreng pakai pasir sungai biasa dari kampung kita sendiri. Kita produksinya dari setelah subuh hingga jam 12 siang," ujarnya saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (10/03/2026).
Syaifullah mengaku permintaan kacang goreng pasir miliknya meningkat untuk oleh-oleh di Hari Raya Idul Fitri. Banyaknya permintaan memaksanya untuk meningkatkan volume produksinya.
Biasanya ia menggoreng kacang kulit sekitar 50-90 Kg dalam sehari. Kini Syaifullah bisa menggoreng kacang kulit sekitar 90-200 Kg dalam sehari.
"Hari ini saja menggoreng 160 Kg," ungkapnya.
Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Dorong Penguatan Desa Wisata di Malang, Potensi Ekonomi Tembus Rp1,5 Triliun
Kacang goreng pasir produksi Syaifullah ini banyak dipesan dari Jombang, Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, Banyuwangi, hingga ke wilayah Jawa Tengah. Harga kacang goreng pasir ini dibandrol Rp 40.000/Kg untuk kacang jenis hibrida, sedangkan kacang lokal dibandrol Rp 37.000/Kg.
"Kalau lebaran saja omzet mencapai Rp 7-8 juta sehari," kata Syaifullah.
