Jembatan Garuda di Ternyang Malang Diresmikan, Terpanjang di Indonesia

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

09 - Mar - 2026, 09:58

Bupati Malang HM. Sanusi saat mencoba melintasi Jembatan Garuda pada serangkaian agenda peresmian yang berlangsung serentak secara nasional pada Senin (9/3/2026). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Jembatan Garuda di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang akhirnya diresmikan, Senin (9/3/2026). Keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan antara Kepanjen dengan Sumberpucung tersebut menjadi yang terpanjang pada pembangunan tahap pertama Jembatan Garuda.

Dari pantauan JatimTIMES, peresmian jembatan tersebut berlangsung serentak secara nasional dengan total sekitar 200 jembatan yang diresmikan. Di mana, pada peresmian Jembatan Garuda di Kabupaten Malang tersebut juga turut dihadiri secara langsung oleh sejumlah pihak.

Baca Juga : Jembatan Gantung Perintis Garuda di Ngrambe Diresmikan, Bupati Ngawi Apresiasi Peran Kodim dan Masyarakat

Terpantau, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar dengan didampingi Bupati Malang HM. Sanusi juga turut hadir langsung dalam peresmian Jembatan Garuda di Kecamatan Sumberpucung tersebut. Selain itu, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho hingga kepala dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga turut hadir pada kesempatan yang sama.

"Jembatan ini sangat membantu untuk masyarakat, apalagi sebelumnya kan pakai perahu getek (untuk menyeberang sungai, red) yang tentunya sangat berbahaya," ujar Bupati Sanusi saat ditemui JatimTIMES disela-sela berlangsungnya peresmian jembatan.

Sanusi menyebut, kawasan penyeberangan sungai tersebut sebelumnya tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat saja. Namun juga turut dimanfaatkan oleh para pelajar.

Meski cukup membahayakan karena harus menyeberangi sungai pakai perahu tradisional, namun sebagian warga tetap mengambil risiko tersebut karena lebih dekat ketimbang lewat jalur darat. "Sehingga anak-anak yang sekolah kalau mau menyeberang kesulitan dan memakan waktu lama," imbuhnya.

Perlu diketahui, Jembatan Garuda di Kabupaten Malang tersebut menghubungkan dua wilayah. Yakni Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung dengan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. "Dengan adanya jembatan ini hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit sudah sampai (antar dua kecamatan, red), jadi lebih efisien," tuturnya.

Sanusi menyebut, pembangunan jembatan gantung tersebut diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat (AD). Sedangkan Pemkab Malang mendukung pembangunan infrastruktur untuk menuju jembatan tersebut. "Pembangunan jembatan semuanya dari TNI, sedangkan pavingnya dari Pemkab Malang," imbuhnya.

Dari pantauan JatimTIMES, pembangunan paving tersebut dilakukan Pemkab Malang tidak lama setelah jembatan selesai dibangun. Di mana, pembangunan jembatan tersebut berlangsung kurang dari satu bulan. Yakni pada rentang akhir tahun 2025 dan rampung di awal tahun 2026.

Baca Juga : Terminal Arjosari Malang Pastikan Bus Laik Jalan Lewat Ramp Check Rutin Jelang Mudik Lebaran

Pembangunan paving yang berada di kawasan pepohonan hutan tersebut juga cukup memadai. Yakni sepanjang ratusan meter yang menghubungkan jalan aspal utama di Desa Ternyang ke jembatan. "Kedepannya jembatan ini bisa menjadi jembatan pariwisata untuk daerah sini. Jembatan ini akan terus kami pelihara setelah diresmikan," ujarnya.

Dikonfirmasi pada saat yang bersamaan, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho menyebut, Jembatan Garuda yang baru saja diresmikan tersebut sepanjang 143 meter. Yakni dengan lebar jembatan sekitar 1,2 meter.

Spesifikasi tersebut memungkinkan untuk dilalui oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua secara bergantian. Sehingga bisa memangkas waktu perjalanan menjadi sekitar 15 menit dari yang sebelumnya 30 menit. Selain itu masyarakat maupun pelajar juga tidak harus menempuh perjalanan secara memutar hingga beberapa kilometer jika tidak melewati jembatan tersebut.

"Lebar sungai sebetulnya hanya 45 meter, tapi kami buat bentangannya pada jembatan ini mencapai 143 meter. Jembatan ini menjadi yang terpanjang di Indonesia pada pembangunan di tahap satu ini," pungkasnya.