Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-20 Ramadan, Janjikan Pahala seperti Syuhada dan Orang Saleh
Reporter
Mutmainah J
Editor
Nurlayla Ratri
09 - Mar - 2026, 02:22
JATIMTIMES - Salat tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Ibadah yang dikerjakan pada malam hari ini memiliki berbagai keutamaan, terutama bagi umat Islam yang mampu menjaga konsistensinya hingga menjelang akhir bulan suci.
Memasuki malam ke-20 Ramadan, umat Islam diingatkan untuk tetap menjaga semangat beribadah. Dalam beberapa literatur keislaman, malam ini disebut memiliki keutamaan tersendiri bagi mereka yang menunaikan salat tarawih dengan penuh keikhlasan.
Baca Juga : 7 Tips Merawat Anak Kucing dengan Promo Home Living Royal Canin Mother and Baby Cat
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-20
Berdasarkan keterangan dalam kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khaubawi, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam ke-20 akan memperoleh pahala yang sangat besar.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT memberikan pahala kepada orang yang melaksanakan salat tarawih malam ke-20 seperti pahala orang-orang yang mati syahid (syuhada) dan orang-orang saleh (shadiqin).
Janji pahala ini menjadi motivasi spiritual yang besar bagi umat Islam. Syuhada dikenal sebagai orang-orang yang mengorbankan diri demi membela agama, sedangkan shadiqin merupakan hamba Allah yang memiliki keimanan yang jujur dan tulus.
Karena itu, pahala yang disamakan dengan keduanya menunjukkan betapa besar nilai ibadah bagi seorang Muslim yang tetap istiqamah menjalankan salat tarawih hingga malam ke-20 Ramadan.
Makna Spiritual di Malam ke-20 Ramadan
Malam ke-20 Ramadan juga memiliki makna spiritual yang penting bagi umat Islam. Selain menjadi bagian dari perjalanan ibadah selama bulan suci, malam ini juga menjadi penanda bahwa Ramadan hampir memasuki fase terakhir.
Ada beberapa makna yang dapat dipetik dari keutamaan malam ini.
1. Ujian konsistensi dalam beribadah
Memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan, tidak sedikit orang yang mulai mengalami kelelahan dalam menjalankan ibadah. Oleh karena itu, mampu bertahan hingga malam ke-20 menunjukkan kesungguhan dan perjuangan dalam melawan hawa nafsu.
Perjuangan batin tersebut sering disebut sebagai jihadun nafs, yaitu upaya melawan diri sendiri untuk tetap taat kepada Allah SWT.
2. Melatih keikhlasan dalam beribadah
Malam ke-20 juga menjadi momen untuk memperbaiki niat dalam beribadah. Derajat shadiqin menggambarkan seseorang yang beribadah dengan penuh kejujuran iman dan keikhlasan semata-mata karena Allah.
Karena itu, salat tarawih yang dikerjakan pada malam ini sebaiknya dilakukan dengan hati yang tulus tanpa mengharapkan pujian dari siapa pun.
3. Persiapan menuju sepuluh malam terakhir
Baca Juga : Ramadan 2026 di Matos Meriah, Ada Ngabuburit, Lomba Fashion Muslim hingga Charity Anak Yatim
Malam ke-20 menjadi gerbang menuju sepuluh malam terakhir Ramadan. Pada fase inilah umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah karena terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Tips Menjaga Semangat Tarawih di Malam ke-20
Agar ibadah tarawih pada malam ke-20 dapat dijalankan dengan maksimal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga semangat beribadah.
1. Mengingat kembali niat beribadah
Menjaga niat yang tulus menjadi kunci agar ibadah terasa ringan. Ingatkan diri bahwa setiap rakaat yang dikerjakan merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
2. Mengatur waktu istirahat
Kondisi fisik yang bugar akan membantu seseorang menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Karena itu, usahakan untuk beristirahat sejenak setelah salat Ashar atau sebelum salat Isya agar tubuh tetap segar saat melaksanakan tarawih.
3. Melaksanakan tarawih berjamaah
Salat tarawih secara berjamaah di masjid sering kali memberikan semangat tersendiri. Suasana kebersamaan dalam beribadah dapat membuat ibadah terasa lebih ringan dan khusyuk.
Menjalankan salat tarawih hingga malam ke-20 menjadi pengingat bahwa Ramadan hampir memasuki penghujungnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk terus menjaga semangat ibadah agar dapat memaksimalkan pahala di bulan yang penuh berkah ini.
