Mengenal Kanker Ginjal yang Diidap Vidi Aldiano Sebelum Meninggal, Penyakit yang Sering Tak Bergejala di Awal
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
07 - Mar - 2026, 07:30
JATIMTIMES - Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi dan musisi Vidi Aldiano meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal pada Sabtu (7/3/2026). Kepergian penyanyi yang dikenal dengan lagu-lagu populer dan kepribadiannya yang ceria ini tentu mengejutkan banyak orang.
Penyakit yang diidapnya membuat publik kembali menyoroti kanker ginjal, salah satu jenis kanker yang kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Baca Juga : Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Karier Sang Pelantun ‘Nuansa Bening’
Apa Itu Kanker Ginjal?
Mengutip dari Indonesia Cancer Care Community (ICCC), kanker ginjal merupakan kondisi ketika sel-sel pada ginjal berubah menjadi ganas dan tumbuh secara tidak terkendali. Pertumbuhan sel abnormal tersebut kemudian membentuk massa atau tumor di ginjal.
Ginjal sendiri merupakan organ penting yang berfungsi menyaring darah, membuang limbah melalui urine, serta menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Ketika sel-sel ginjal berkembang secara tidak normal, fungsi organ ini bisa terganggu.
Data Kasus Kanker Ginjal
Kanker ginjal termasuk penyakit yang cukup banyak ditemukan di berbagai negara. Di Amerika Serikat misalnya, tercatat sekitar 76.080 orang didiagnosis kanker ginjal pada tahun 2021, dengan 13.780 kematian akibat penyakit tersebut.
Sementara di Indonesia, data tahun 2020 menunjukkan terdapat 2.394 kasus baru kanker ginjal. Pada tahun yang sama, tercatat 1.358 kematian yang disebabkan oleh penyakit ini.
Secara umum, kanker ginjal lebih sering menyerang kelompok usia lanjut. Rata-rata penderita berusia sekitar 64 tahun, dan sebagian besar kasus terdiagnosis pada usia 65 hingga 74 tahun. Kasus pada usia di bawah 45 tahun tergolong cukup jarang.
Jenis-Jenis Kanker Ginjal
Kanker ginjal memiliki beberapa tipe yang berbeda berdasarkan lokasi dan jenis sel yang terkena. Berikut beberapa jenis yang paling dikenal:
1. Karsinoma Sel Renal
Ini adalah jenis kanker ginjal yang paling umum ditemukan, yakni sekitar 85 persen dari seluruh kasus. Kanker ini berkembang pada tubulus ginjal, yaitu saluran kecil yang berperan dalam proses penyaringan darah.
2. Karsinoma Urotelial
Jenis ini biasanya muncul pada bagian pelvis ginjal. Persentasenya sekitar 5 hingga 10 persen dari seluruh kasus kanker ginjal. Penanganannya sering kali serupa dengan kanker kandung kemih karena berasal dari jenis sel yang sama.
3. Sarkoma Ginjal
Sarkoma merupakan kanker yang muncul pada jaringan lunak ginjal, seperti jaringan ikat atau lemak di sekitarnya. Jenis ini sangat jarang terjadi.
4. Tumor Wilms
Jenis kanker ginjal ini lebih sering ditemukan pada anak-anak. Pengobatannya biasanya melibatkan kombinasi operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.
5. Limfoma Ginjal
Limfoma merupakan jenis kanker yang dapat menyebabkan pembesaran pada kedua ginjal dan biasanya berkaitan dengan pembengkakan kelenjar getah bening.
Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ginjal
Hingga kini, penyebab pasti kanker ginjal belum diketahui secara jelas. Namun, sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
Salah satu faktor terbesar adalah kebiasaan merokok. Merokok diketahui dapat meningkatkan risiko kanker ginjal hingga dua kali lipat. Diperkirakan sekitar 30 persen kasus pada pria dan 25 persen pada wanita berkaitan dengan kebiasaan tersebut.
Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal antara lain:
• Jenis kelamin (pria lebih berisiko dibanding wanita)
• Usia yang semakin bertambah
• Kelebihan berat badan atau obesitas
• Tekanan darah tinggi
• Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang
• Paparan logam berat seperti cadmium
• Penyakit ginjal kronis
• Dialisis jangka panjang
• Riwayat kanker ginjal dalam keluarga
Gejala Kanker Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Pada banyak kasus, kanker ginjal tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, penyakit ini sering ditemukan secara tidak sengaja saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan seperti USG atau pemindaian lainnya.
Namun ketika penyakit mulai berkembang, beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:
1. Hematuria (Urine Berdarah)
Baca Juga : Pemkab Malang Tunggu Hasil Kajian Program Gentengisasi
Air kencing tampak kemerahan, merah muda, atau kecokelatan. Ini merupakan gejala yang paling sering ditemukan.
2. Nyeri Pinggang atau Punggung Bawah
Rasa sakit biasanya muncul di satu sisi punggung bawah, tepat di bawah tulang rusuk, dan berlangsung terus-menerus.
3. Benjolan di Perut atau Pinggang
Pada kondisi tertentu, tumor yang membesar bisa terasa sebagai benjolan di sisi perut atau punggung.
4. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas
Berat badan turun drastis disertai hilangnya nafsu makan.
5. Demam Berkepanjangan
Demam yang muncul tanpa penyebab infeksi yang jelas.
6. Kelelahan dan Anemia
Penderita sering merasa sangat lelah, pucat, dan lemah karena jumlah sel darah merah menurun.
Pada tahap lanjut, kanker ginjal juga bisa menimbulkan gejala lain seperti sesak napas, batuk berdarah, hingga nyeri tulang jika kanker telah menyebar ke organ lain.
Karena gejalanya sering tidak terlihat pada tahap awal, kanker ginjal kerap baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti merokok atau tekanan darah tinggi.
Jika mengalami gejala yang mencurigakan dan berlangsung dalam waktu lama, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
