Kondisi Terkini Puluhan Santri Jombang Keracunan Usai Makan Menu MBG
Reporter
Adi Rosul
Editor
Nurlayla Ratri
06 - Mar - 2026, 12:45
JATIMTIMES - Sebanyak 28 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Jombang masih dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung. Kondisi puluhan santri yang mengalami keracunan usai menyantap menu buka puasa tersebut berangsur membaik.
Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung Dwi Rizki Wulandar mengatakan, pihaknya tengah merawat 28 santri akibat keracunan sejak semalam. Saat ini mereka telah berada di ruang rawat inap untuk menjalani perawatan medis.
Baca Juga : Omzet Melejit! Rahasia Lely Sulap Roti MBG Magetan Jadi Raja di Rak SPPG
"Dari 28 pasien itu, insyaallah enam orang rencananya bisa rawat jalan atau dipulangkan hari ini. Sisanya masih kami observasi," tandasnya.
Dwi mengungkapkan, mayoritas pasien datang dengan keluhan pusing, mual dan muntah. Kondisi tersebut membuat sebagian santri terlihat sangat lemas saat tiba di rumah sakit.
Penanganan awal yang diberikan rumah sakit saat itu berupa prosedur kegawatdaruratan standar. Seperti memastikan jalan napas, pernapasan dan sirkulasi tubuh pasien tetap stabil. Saat ini, lanjut Dwi, kondisi kegawatdaruratan para pasien sudah berhasil diatasi sejak malam kejadian.
"Tadi malam setelah penanganan awal kondisinya sudah stabil. Pagi ini kami lakukan pemeriksaan ulang dan keluhan mereka sebagian besar sudah berkurang," kata Dwi.
Keracunan massal di Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung inu terjadi setelah para santri menyantap menu buka puasa pada Kamis (05/03/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Menu yang disantap berupa nasi rawon dan telur asin.
Baca Juga : Polisi Dalami Kasus Dua Bayi di Septic Tank Apartemen Begawan, Mobilitas Tamu Jadi Sorotan
Menurut Pengasuh Ponpes Sholawat Darut Taubah Muhammad Adam, nasi dan kuah rawon dimasak dari dapur pesantrennya. Sedangkan, telur asin merupakan lauk dari menu MBG dari SPPG Betek. Usai menyantap hidangan buka puasa itu, sekitar 40 santri langsung bereaksi muntah-muntah dan sebagian pingsan.
"Ada yang separuh makan, ada yang selesai makan baru mual dan muntah. Saya pikir telat makan sehingga maag atau apa. Ternyata semua, yang perempuan ada banyak, ada yang lemas, nangis, pingsan," ucapnya.(*)
