Resepsi Adat Hadeging Kadipaten Ngrowo, Lestarikan Sejarah

Reporter

Anang Basso

Editor

Dede Nana

04 - Mar - 2026, 07:24

Suasana resepsi Adat Hadeging Kadipaten Ngrowo di Masjid Agung Majan / Foto :Istimewa for Tulungagung Times

JATIMTIMES - Upaya pelestarian adat dan budaya lokal kembali diteguhkan melalui Resepsi Adat Hadeging Kadipaten Ngrowo yang digelar di Serambi Masjid Ageng Al Mimbar Majan, Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Selasa (3/3/2026) sore.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Sentono Dalem Kasepuhan Perdikan Majan (YASENDAM) sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya lokal sekaligus penghormatan serta pengenangan terhadap para pemimpin terdahulu, yakni R.M.T Pringgodiningrat (Bupati Ngrowo ke-IV), R.M.T Adipati Jayaningrat (Bupati Ngrowo ke-V), R.M.T Pringgokusumo (Bupati Ngrowo ke-X), serta R.P.A Sosrodiningrat (Bupati Tulungagung ke-XIII).

Baca Juga : Menandatangani Takdir: 1830 dan Lahirnya Negara Kolonial di Tanah Mataram

Selain menjadi ajang refleksi sejarah, resepsi adat ini dimaknai sebagai pendalaman dan penerapan nilai-nilai kebudayaan untuk memperkuat jati diri daerah, mewujudkan Karta Raharja, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya bangsa dalam bingkai Wawasan Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Yasendam, Dr. Raden Mohammad Ali Sodik, dan sambutan Bupati Tulungagung yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung.

Dalam pemaparannya, Dr. Raden Mohammad Ali Sodik menyampaikan bahwa pihak yayasan telah menyusun buku tahap pertama sebagai referensi dan konsumsi publik, khususnya bagi para guru, dalam menelaah serta mengajarkan sejarah Tulungagung secara lebih terstruktur dan berbasis sumber lokal. 

"Penyusunan buku tersebut merupakan langkah awal untuk menghadirkan bahan ajar sejarah daerah yang kredibel dan mudah diakses oleh dunia pendidikan," ucapnya, Rabu (4/3/2025). 

Sementara itu, dalam sambutan yang mewakili Bupati Tulungagung, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata M. Ardian Chandra menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam pembentukan tim riset lanjutan guna mengkaji sejarah transisi Kalangbret–Ngrowo–Tulungagung secara lebih mendalam dan akademis.

Rangkaian acara inti diisi dengan pembacaan sejarah singkat para Bupati Ngrowo dan Tulungagung terdahulu yang dibacakan oleh Dr. Fatkhur Rohman Nur Awalin. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ritual adat Hadeging Kadipaten Ngrowo yang sarat makna simbolik, doa bersama, serta kegiatan nyekar ke makam para Bupati Ngrowo dan Tulungagung di Pasarean Agung Sentono Dalem Perdikan Majan.

Dalam kegiatan ini, panitia juga menghadirkan dan membagikan dua buku kepada peserta, yakni Buku Yasin Tahlil Naluri Khas Kasepuhan Perdikan Majan serta Buku Sejarah Bupati Ngrowo ke-IV, V, X, dan Bupati Tulungagung ke-XIII, sebagai sarana dokumentasi dan edukasi sejarah lokal.

Baca Juga : 54 PMI Asal Jombang Masih Berada di Timur Tengah, Disnaker Pasang Kontak Darurat

Resepsi adat ini dihadiri oleh kepala sekolah SD dan MI, kepala sekolah MTs dan SMP, serta guru mata pelajaran IPS dan Sejarah kelas VII, VIII, dan IX se-Kabupaten Tulungagung. Hadir pula perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tulungagung, Wakil Gubernur Jawa Timur yang diwakili UPT Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Menteri Koperasi Republik Indonesia yang diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi RI, Henny Navilah.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Menteri Koperasi RI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta menyatakan dukungan penuh terhadap program-program pelestarian budaya dan sejarah lokal. 

"Kegiatan semacam ini sejalan dengan upaya mendukung program pemerintah pusat, khususnya program Bapak Menteri dan Presiden Prabowo Subianto, dalam penguatan karakter kebangsaan dan pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai budaya," tuturnya. 

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap Resepsi Adat Hadeging Kadipaten Ngrowo dapat menjadi agenda budaya berkelanjutan serta menjadi sarana edukasi sejarah lokal bagi pelajar dan pendidik. 

Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu mengenal sejarah daerahnya secara langsung dan menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari penguatan karakter serta identitas kebangsaan.