Keutamaan Tarawih Malam Ke-14, Benarkah Tak Dihisab di Hari Kiamat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

03 - Mar - 2026, 05:02

Ilustrasi salat Tarawih. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Ramadan terus berjalan. Tak terasa, umat Islam sudah memasuki malam ke-14. Suasana masjid mulai terasa lebih khusyuk, saf semakin rapat, dan doa-doa makin panjang dipanjatkan. 

Di tengah semangat ini, banyak yang bertanya benarkah ada keutamaan khusus salat tarawih di malam ke-14 hingga disebut tidak akan dihisab pada hari kiamat?

Baca Juga : Komitmen Lindungi Pekerja Rentan, Wali Kota Blitar Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta

 

Penjelasan tersebut banyak dikutip dari kitab klasik Durratun Nashihin. Dalam kitab itu disebutkan bahwa pada malam keempat belas, para malaikat akan menjadi saksi bagi orang yang melaksanakan salat tarawih, dan Allah SWT tidak akan menghisabnya di hari kiamat.

Teks yang sering dibacakan berbunyi:

وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةَ عَشَرَةَ جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُوْنَ لَهُ اَنَّهُ قَدْ صَلَّى التَّرَاوِيْحَ فَلَا يُحَاسِبُهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Pada malam keempat belas, para malaikat menjadi saksi bahwa ia telah melaksanakan salat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.”

Tentu saja, kabar ini terdengar begitu menggembirakan. Siapa yang tidak ingin dimudahkan saat hari perhitungan tiba?

Makna Hisab dalam Islam

Dalam ajaran Islam, beriman kepada hari kiamat merupakan bagian dari rukun iman yang wajib diyakini setiap muslim. Hari kiamat adalah hari ketika seluruh manusia dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatannya di dunia.

Tidak ada satu pun amal, sekecil apa pun, yang luput dari perhitungan Allah SWT. Konsep hisab (perhitungan amal) sudah ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, ketika disebutkan ada orang yang “tidak dihisab”, para ulama menjelaskan bahwa maksudnya adalah dihisab dengan sangat ringan, atau bahkan langsung masuk surga tanpa melalui proses perhitungan yang berat. Dalam beberapa hadis sahih, disebutkan bahwa golongan yang demikian adalah mereka yang memiliki tauhid yang sempurna dan tawakal penuh kepada Allah.

Artinya, bukan sekadar karena satu malam ibadah, tetapi karena kualitas iman dan keikhlasan yang menyertainya.

Perlu diketahui, keutamaan Tarawih malam ke-14 dalam Durratun Nashihin bukan berasal dari hadis sahih dengan sanad yang kuat. Kitab tersebut dikenal sebagai kitab nasihat yang banyak memuat riwayat untuk memotivasi umat agar giat beribadah.

Karena itu, para ulama mengingatkan agar tidak menjadikannya sebagai jaminan pasti, melainkan sebagai dorongan spiritual untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah selama Ramadan.

Yang jelas, salat Tarawih  memiliki dasar kuat dalam sunah. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah. Bahkan disebutkan, siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Malam ke-14 juga menjadi pengingat bahwa Ramadan sudah memasuki pertengahan. Artinya, kesempatan meraih ampunan semakin berkurang. Jika di awal Ramadan kita masih beradaptasi, maka di pertengahan inilah seharusnya kualitas ibadah semakin meningkat. Bukan hanya Tarawih, tetapi juga:

• Memperbanyak membaca Al-Qur’an

• Memperbanyak istigfar

• Bersedekah

• Menjaga lisan dan sikap

• Memperbaiki hubungan dengan sesama

Daripada terpaku pada janji “tidak dihisab”, lebih baik menjadikan malam ke-14 sebagai titik balik untuk memperbaiki kualitas iman dan ketakwaan.

Keutamaan yang disebutkan dalam kitab-kitab klasik dapat menjadi motivasi spiritual. Namun, yang terpenting adalah keikhlasan dalam beribadah.

Baca Juga : Safari Ramadan 1447 H, Pertamina Lubricants Santuni 130 Anak Yatim di Gresik

 

Keselamatan di hari kiamat bukan semata karena banyaknya amal, melainkan karena rahmat Allah SWT dan kemurnian tauhid seorang hamba.

Semoga di malam ke-14 Ramadan ini, kita termasuk hamba-hamba yang disaksikan para malaikat dalam kebaikan, diampuni dosa-dosanya, dan dimudahkan dalam hisab kelak.

Ramadan masih ada, kesempatan masih terbuka. Jangan sampai kita menyia-nyiakan malam-malam penuh berkah ini.