Laka Maut di Pendem Kota Batu: Diseruduk Pikap Kecepatan Tinggi, Pelajar 15 Tahun Meninggal Dunia

01 - Mar - 2026, 11:36

Polisi mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan di Desa Pendem Kota Batu. Korban pelajar belasan tahun yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy tewas usai ditabrak pikap yang melaju kencang.(Foto: Dokumen Polres Batu)

JATIMTIMES – Sebuah tragedi kecelakaan maut kembali merenggut nyawa di wilayah hukum Polres Batu. Seorang pelajar berusia 15 tahun, Muhammad Aidzil Fauzul Qulum, dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak sebuah mobil pick up (Pikap) di Jalan Raya Dr. Moh Hatta, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada Sabtu (28/2/2026) sore.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 16.00 WIB. Kecelakaan melibatkan mobil Pikap Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi N 8613 BL dan sepeda motor Honda Scoopy bernopol N 2527 HS yang tak lain, saat itu dikendarai korban.

Baca Juga : Wajah Magetan di Lintasan Dunia: Filosofi Mendalam di Balik Helm Baru Mario Aji untuk Moto2 2026

Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu, IPDA Agus Atang Wibowo, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, kecelakaan berawal saat kedua kendaraan melaju searah dari selatan menuju utara atau dari arah Batu menuju Karangploso.

"Diduga pengemudi pikap bernama Kiki Rusdianto melaju dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi kurang konsentrasi sehingga menabrak bagian belakang motor Scoopy yang dikendarai korban," ungkap Agus Atang, Minggu (1/3/2026).

Akibat benturan keras dari belakang tersebut, korban yang merupakan warga setempat mengalami luka berat, terutama di bagian kepala. Warga dan petugas segera berupaya menolong remaja malang tersebut untuk mendapatkan perawatan medis.

Nahas, nyawa korban tidak tertolong. Pelajar tersebut dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Prasetya Husada, Karangploso, Kabupaten Malang. "Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit untuk penanganan darurat," katanya. 

Berdasarkan hasil olah TKP awal, pihak kepolisian menduga faktor utama kecelakaan adalah kelalaian manusia. Sopir pikap dinilai kurang berhati-hati dan tidak fokus saat mengemudikan kendaraannya di jalur yang cukup padat tersebut.

Baca Juga : Percepatan Penanganan Longsor Gunakan Alat Berat Usai Ribuan Warga Malang Terisolir

"Diduga murni karena pengemudi mobil kurang konsentrasi saat berkendara," tambah Atang.

Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Batu telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk penumpang pick up dan warga sekitar. Kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp 2 juta. Kasus ini kini dalam penanganan Satlantas Polres Batu.