Megawati Buka Suara Soal Tantangan Timnas Bola Voli dan Pentingnya Chemistry Pemain

Reporter

Hendra Saputra

05 - Feb - 2026, 10:26

Megawati Hangestri saat mendapatkan medali bersama Timnas Indonesia bola voli putri (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Pemain Jakarta Pertamina Enduro dan Timnas Indonesia, Megawati Hangestri, angkat bicara mengenai kondisi dan tantangan yang masih dihadapi tim nasional voli Indonesia. Menurutnya, persoalan utama bukan semata kualitas individu pemain, melainkan minimnya intensitas pertandingan serta kurangnya waktu kebersamaan antarpemain sebelum turun di ajang kompetisi.

Megawati menilai, persiapan tim yang kerap dilakukan dalam waktu singkat menjadi kendala serius untuk meraih hasil maksimal. Ia menyebut, sulit berharap banyak ketika pemain baru berkumpul dua bulan, bahkan hanya satu minggu, sebelum pertandingan penting digelar.

Baca Juga : Pedagang Keliling di Permata Jingga Malang Ngeluh Ditarik Retribusi Rp30 Ribu Perminggu

“Kalau menurut aku masih perlu ada perkembangan juga karena kita jarang ada pertandingan juga. Terus kita selalu kumpul itu dua bulan sebelumnya atau bahkan satu minggu sebelumnya kita untuk bertanding, itu mustahil banget kalau kita mau menang,” ujar Megawati.

Lebih jauh, pevoli andalan Indonesia itu mengakui bahwa level permainan tim saat ini masih berada di kawasan Asia Tenggara. Untuk bersaing di level Asia, menurutnya, Indonesia masih tertinggal dan membutuhkan proses panjang yang konsisten.

“Kalau menang pun kita keajaiban. Menurutku itu sih karena kita masih levelnya masih Asia Tenggara kalau bisa dibilang, kalau ke Asia kita mungkin masih ketinggalan. Masih ketinggalan karena kita harus butuh banyak bertanding, banyak kumpul juga, terus jangan gonta-ganti pemain kayak gitu. Itu tolong digaris besar,” tegasnya.

Megawati juga menyoroti kebiasaan sering mengganti pemain yang dinilainya berdampak besar terhadap kekompakan tim. Ia menekankan bahwa membangun chemistry bukan perkara instan, apalagi dalam waktu persiapan yang sangat terbatas.

Baca Juga : Sering Cadangan, Arema FC Putus Kontrak Odivan Koerich

“Itu harus, karena itu yang bikin kita enggak ada chemistry kayak gitu. Karena kita ganti pemain itu enggak segampang itu untuk membangun chemistry. Kayak apalagi dengan waktu yang sangat singkat, sekalipun kita pemain bintang semua kalau kita enggak punya chemistry itu enggak akan bisa karena kita permainan tim juga kayak gitu,” tutup Megawati.

Pernyataan Megawati ini menjadi refleksi penting bagi pembinaan voli nasional. Konsistensi agenda pertandingan, durasi pemusatan latihan yang memadai, serta stabilitas komposisi pemain dinilai menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing lebih jauh, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di level Asia.