IHSG Kembali Ambles di Awal Pekan, Ini Penjelasan Istana
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
02 - Feb - 2026, 12:16
JATIMTIMES - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada awal perdagangan pekan ini. Setelah babak belur pekan lalu, IHSG pagi ini langsung anjlok dan bergerak di kisaran level 8.100.
Dilansir dari data RTI, Senin (2/2/2026), IHSG tercatat berada di posisi 8.132,36 pada pukul 09.05 WIB. Angka tersebut turun 197 poin atau melemah 2,37%. IHSG sendiri dibuka di level 8.306,18 poin.
Baca Juga : Rektor UINSA Dukung Langkah Kemenag Tingkatkan Kesejahteraan Guru Madrasah
Tekanan jual terlihat cukup kuat sejak awal perdagangan. Tercatat sebanyak 388 saham melemah, sementara 180 saham menguat, dan 126 saham stagnan.
Aktivitas transaksi juga cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 3,95 miliar saham. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp 2,74 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 312.135 kali.
Pelemahan IHSG hari ini tak lepas dari kondisi pasar saham yang sudah terguncang sejak pekan lalu. IHSG sempat terpukul setelah muncul laporan dari MSCI terkait kondisi pasar saham Indonesia.
Situasi makin ramai setelah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mundur secara bersamaan.
Pemerintah pun telah menunjuk pejabat sementara untuk mengisi posisi di bursa efek maupun OJK. Langkah perbaikan tata kelola pasar juga disebut tengah disiapkan agar kondisi kembali stabil.
Di tengah tekanan pasar, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengajak masyarakat untuk tetap optimistis bahwa IHSG bisa kembali bangkit.
Ia berharap perdagangan hari ini dapat membaik setelah anjlok dalam beberapa hari terakhir.
“Bismillah hari ini bisa naik. Bismillah. Ya, bismillah. Hari ini, bismillah, kita harus optimis, kita harus yakin. Kan itu untuk kepentingan kita semua ya,” ujar Prasetyo, dikutip Antara, Senin (2/2/2026).
Baca Juga : Beda Harga BBM Pertamina, Shell, BP, hingga Vivo per 1 Februari 2026
Menurut Prasetyo, publik perlu percaya bahwa pasar saham Indonesia akan pulih seiring adanya momentum perbaikan setelah pengunduran diri sejumlah pejabat di OJK dan BEI.
Ia menilai hal tersebut justru bisa menjadi kesempatan untuk membenahi sistem pasar modal agar lebih sehat.
Prasetyo menambahkan, pemerintah juga akan memperbaiki berbagai regulasi untuk meningkatkan kredibilitas dan daya saing pasar saham nasional.
“Beberapa hal sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden kemudian diambil keputusan untuk kita mereformasi diri, memperbaiki diri supaya pasar saham kita menjadi lebih terbuka, lebih transparan, kredibel, dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia,” imbuh Prasetyo.
Sementara itu, analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG saat ini masih berada di fase akhir gelombang koreksi. Ia menyebut, IHSG berada di akhir gelombang koreksi (wave a) dalam pola gelombang Elliott (wave [x]).
Dengan kondisi tersebut, investor diminta tetap waspada terhadap potensi koreksi lanjutan. Herditya memperkirakan koreksi masih bisa berlanjut di area 7.945 hingga 8.189 dalam waktu dekat.
