Kejar Target 250 Pohon Tabebuya, DLH Kota Malang Mulai Hijaukan Kembali Suhat
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Yunan Helmy
01 - Feb - 2026, 12:26
JATIMTIMES - Upaya mengembalikan wajah hijau kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) mulai digerakkan Pemerintah Kota Malang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang resmi memulai penanaman pohon tabebuya tahap awal di kawasan tersebut, Jumat (30/1/2026), usai rampungnya proyek drainase yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pada tahap awal ini, sebanyak 40 pohon tabebuya ditanam di sepanjang ruas Suhat. Penanaman dimulai dari Jembatan Suhat hingga area Politeknik Negeri Malang (Polinema), termasuk deretan ruko di seberang Taman Krida Budaya sampai kawasan Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB).
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Melanda Jatim hingga 10 Februari, Ini Wilayah yang Diprediksi Terdampak
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan bahwa penanaman tersebut merupakan langkah awal dari rencana besar penghijauan Suhat. “Ini tahap awal. Total rencananya sekitar 250 pohon tabebuya yang akan ditanam di kawasan Suhat. Sisanya nanti kami tempatkan di area dalam Polinema,” ujar Raymond.
Ia menjelaskan, program penanaman akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan progres pembangunan pedestrian yang juga akan dikerjakan oleh Pemprov Jatim di kawasan tersebut.
“Sambil menunggu pembangunan pedestrian dari provinsi, kami tetap bergerak memperindah dan menata lingkungan di kawasan tersebut,” ungkapnya.
DLH Kota Malang secara khusus memilih tabebuya sebagai satu-satunya jenis pohon yang ditanam pada tahap ini. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari masyarakat agar kawasan Suhat memiliki keseragaman vegetasi.
“Di median taman Suhat sebenarnya sudah ada berbagai jenis pohon, termasuk trembesi yang ukurannya besar-besar. Untuk penanaman baru ini, kami usahakan satu jenis, yaitu tabebuya,” katanya.
Baca Juga : Mulai 1 Februari, Harga Pertamax Resmi Turun! Berikut Daftar Harganya
Menurut Raymond, tabebuya memiliki sejumlah keunggulan. Selain daunnya yang lebat dan mampu tumbuh optimal di lahan terbatas, pohon ini juga memiliki nilai estetika tinggi, terutama saat berbunga dengan warna ungu yang seragam. Dari sisi lingkungan, tabebuya juga dinilai efektif dalam membantu penyerapan air melalui sistem perakarannya.
“Secara kualitas udara, sebenarnya Suhat sudah cukup baik. Tapi dengan penambahan tabebuya berdaun lebar ini,” imbuhnya.
“Kami berharap kualitas oksigen semakin meningkat, kualitas udara terjaga, sekaligus memperkuat fungsi resapan air,” pungkasnya.
