Pejabat OJK Kompak Mundur usai IHSG Anjlok, Ada Apa?
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
31 - Jan - 2026, 02:39
JATIMTIMES - Sejumlah pejabat tinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kompak mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026). Langkah ini muncul di tengah gejolak pasar saham setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami menurun drastis selama dua hari berturut-turut.
Pengunduran diri ini menjadi sorotan karena melibatkan jajaran pucuk pimpinan OJK, bahkan terjadi beriringan dengan mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, yang lebih dulu menyatakan mundur pada Jumat pagi.
Baca Juga : Harlah 1 Abad NU 2026: Kilas Balik Sejarah dan Perannya dari Kemerdekaan hingga Mendunia
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan, apa sebenarnya penyebab mundurnya para pejabat OJK?
Beberapa nama yang menyatakan mundur dari jabatannya adalah:
• Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar
• Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK sekaligus Ketua Komite Etik Mirza Adityaswara
• Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Inarno Djajadi
• Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara
Mundurnya para pejabat ini terjadi dalam waktu hampir bersamaan, tepat setelah pasar modal Indonesia diguncang koreksi besar.
OJK menyebut pengunduran diri tersebut sebagai langkah untuk mendukung pemulihan sektor pasar keuangan.
"Mahendra Siregar menyatakan bahwa pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan," tulis keterangan resmi OJK, Jumat (30/1) malam.
Meski demikian, OJK menegaskan bahwa mundurnya para pejabat tersebut tidak akan mengganggu tugas lembaga dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional.
OJK menyatakan pengunduran diri para pejabat telah disampaikan secara resmi dan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Proses ini mengacu pada:
• Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan
• Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK)
Dengan demikian, langkah mundur tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur kelembagaan.
Mengacu pada laman resmi OJK, setelah sejumlah pejabat mundur, jajaran Dewan Komisioner yang masih tersisa di antaranya:
• Dian Ediana Rae – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan
• Ogi Prastomiyono – Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun
• Friderica Widyasari Dewi – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen
• Sophia Issabella Watimena – Ketua Dewan Audit
• Agusman – Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
• Hasan Fawzi – Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Digital, dan Kripto
• Juda Agung – Anggota Dewan Komisioner Ex-Officio Bank Indonesia
• Thomas A.M Djiwandono – Anggota Dewan Komisioner Ex-Officio Kementerian Keuangan
Baca Juga : Catat Tanggalnya! Deretan Fenomena Astronomi Februari 2026 yang Sayang Dilewatkan
Adapun penyebab pengunduran diri para pejabat OJK ini tidak lepas dari tekanan besar yang terjadi di pasar saham dalam sepekan terakhir. IHSG tercatat anjlok tajam pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).
Penurunan bahkan mencapai 8 persen, memicu kepanikan investor hingga terjadi penghentian perdagangan sementara atau trading halt.
Gejolak ini dipicu oleh keputusan MSCI yang mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia.
Kebijakan MSCI tersebut mencakup:
• Pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia
• Penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI
• Tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks
Dampaknya langsung terasa di pasar domestik dan menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk sentimen investor.
Setelah dua hari penuh tekanan, IHSG akhirnya menunjukkan tanda pemulihan pada perdagangan Jumat (30/1).
IHSG ditutup di level 8.329, menguat 97,40 poin atau naik 1,18 persen dibanding perdagangan sebelumnya.
