Pahalanya Lebih Besar dari Salat Tarawih, Ini Tata Cara dan Niat Salat Ba’diyah Isya
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
06 - Mar - 2025, 03:50
JATIMTIMES - Pada bulan Ramadan, salah satu amalan yang bisa dilakukan setiap malam adalah salat Tarawih. Salat yang satu ini merupakan sumber pahala yang paling banyak saat bulan Ramadan.
Namun, tahukah sobat JatimTimes, ada amalan yang jauh lebih besar pahalanya dibandingkan dengan salat Tarawih. Amalan tersebut adalah salat Ba’diyah Isya. Salat sunah setelah Isya ini termasuk salat rawatib karena mengiringi salat fardhu.
Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Soroti Implementasi Program Sekolah Rakyat: Jangan Tumpang Tindih
Salat ba’diyah Isya dikerjakan sebanyak dua rakaat. Dalilnya adalah pengakuan seorang sahabat, Muhammad bin al-Munkadir yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dan Muslim. Ia mengatakan:
صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ركعتين بعد العشاء
Artinya: “Saya pernah salat dua rakaat setelah Isya’ bersama Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam.”
Salat ba’diyah Isya merupakan amalan yang lebih unggul pahalanya daripada salat Tarawih di bulan Ramadhan. Hal ini diungkapkan oleh pengasuh LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya.
“Ada orang salat Tarawih tapi gak salat Ba'diyah Isya. Itu orang mburu uceng kelangan deleg. Ambil yang kecil, yang gede ditinggal," kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Kamis (6/3/2025).
Buya Yahya kemudian menjelaskan, salat yang tertinggi di bulan Ramadan adalah salat fardu. Peringkat keduanya adalah salat sunah yang dikukuhkan seperti salat Ba’diyah Isya dan salat Witir.
"Salat Tarawih nggak bisa mengalahkan salat Ba'diyah Isya. Jadi lebih gede pahalanya Ba'diyah Isya dibanding salat Tarawih-nya,” ujar Buya Yahya.
"Ba'diyah Isya itu termasuk salat sunah rawatib. Jadi, tidak bisa dikalahkan dengan salat Tarawih. Sebab, Tarawih itu martabatnya di bawah Ba'diyah Isya. Kalau orang alim pasti ngerti dan akan mendahulukan Ba'diyah Isya," lanjutnya.
Tata Cara dan Bacaan Niat Salat Ba’diyah Isya
Pada dasarnya, tata cara salat Ba’diyah Isya tidak beda jauh dengan salat pada umumnya. Salat sunah ini diawali dengan niat, kemudian diikuti takbiratul ihram, membaca Surat Al-Fatihah, membaca surat pendek, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud lagi, kemudian melanjutkan rakaat kedua dan ditutup dengan salam.
Bagi yang ingin mengamalkan, berikut adalah niat salat Ba’diyah Isya yang dikutip dari NU Online.
Baca Juga : Makna Rompi Tahanan yang Berbeda-beda di Indonesia
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal 'isyaa-i rak'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'ala.
Artinya: “Saya niat melakukan salat sunah sesudah Isya dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah Ta'ala.”
Waktu Pengerjaan Salat Ba’diyah Isya
Waktu salat Ba’diyah Isya terbentang hingga sebelum memasuki Subuh. Oleh karenanya, orang yang belum salat Ba’diyah Isya bisa melakukannya setelah selesai salat Tarawih atau ketika sahur.
Buya Yahya mengingatkan bahwa salat Ba’diyah Isya lebih besar pahalanya daripada salat Tarawih. Maka, ia berpesan agar muslim tidak melewatkan salat Ba’diyah Isya di bulan Ramadan.
