Benarkah Lumpur Lapindo Berhenti Meluap? Ini Penjelasannya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
06 - Mar - 2025, 09:41
JATIMTIMES - Sebuah video yang menunjukkan dugaan lumpur Lapindo berhenti meluap tengah viral di media sosial. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @/dronehobbiessurabaya dan langsung menuai beragam reaksi dari warganet.
Dalam video yang dibagikan, tampak kamera menyorot titik semburan lumpur yang terlihat mengering. Tidak ada asap yang biasanya mengepul dari dalam, hanya gumpalan lumpur kering yang terlihat di permukaan. Hal ini kemudian menimbulkan spekulasi bahwa lumpur Lapindo telah berhenti meluap.
Video serupa juga diunggah oleh kanal YouTube Soelmate pada Januari 2024 lalu. Dalam video itu, semburan lumpur tampak mengecil, dan asap yang keluar terlihat lebih samar dibanding biasanya.
"Dari jarak sedekat ini tak terlihat asapnya. Berhentikah? Semoga aja lekas berhenti lumpur Lapindo ini. Tadi terlihat asapnya dikit. Atau mungkin fluktuatif gitu ya, naik turun. Kebetulan pas ini terbang kok nggak keluar asapnya," ungkap pemilik akun YouTube dalam videonya.
Alih-alih merasa lega, banyak warganet justru khawatir dengan fenomena ini. Mereka menyoroti kemungkinan dampak yang lebih besar jika lumpur benar-benar berhenti meluap.
"Takutnya ada kejadian terra cavernosa di dasar sana," tulis seorang pengguna dengan nama @lang**.
Pernyataan ini kemudian memicu pertanyaan dari warganet lain yang belum familiar dengan istilah tersebut.
"Ya Allah, semoga bukan hal buruk yang terjadi. Apa itu terra cavernosa?" tanya akun @Siti Ambars*****.
Menanggapi hal itu, beberapa pengguna lain berusaha memberikan penjelasan.
"Beberapa hari terakhir kota sekitar Lapindo seperti Malang dan Kota Batu mengalami suhu yang lumayan panas/sumuk... takutnya terjadi terra cavernosa," tulis akun @ikh***.
Sementara itu, pengguna lain memberikan analisis mengenai kemungkinan penyebab fenomena ini. "Penyebab berhenti bisa jadi tekanan lumpurnya sudah tidak kuat menekan/menyemburkan lumpur akibat beban sedimentasi di atas yang menutup lubang semburan. Apabila masih terdapat tekanan lumpur dari sumber lumpur di dalam, bisa jadi muncul semburan baru di tempat lain dengan tekanan ke bawah yang lebih kecil. Karena sifat dari fluida bertekanan adalah menekan ke semua arah dengan tekanan yang sama," jelas akun @jagalsa****.
Tak sedikit pula yang mengingatkan kemungkinan amblesnya tanah di sekitar lokasi. "Hati-hati aja buat saudara kita di Pulau Jawa. Sudah berapa tahun sumur Lapindo mengeluarkan material dari perut bumi. Sekarang ini sudah kosong di dalam, takutnya ambles," tulis akun @wi***.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian apakah lumpur Lapindo benar-benar telah berhenti meluap atau hanya mengalami fluktuasi sementara. Media ini masih berupaya mengonfirmasi ke pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan resmi mengenai fenomena ini.
Untuk diketahui, Lumpur Lapindo merupakan bencana yang terjadi di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Mulanya pada 18 Mei 2006, PT Lapindo Brantas melakukan pengeboran mencapai 8.500 kaki. Sebelum pengeboran dilakukan, pihak perusahaan sempat diingatkan terkait pemasangan pipa selubung. Itu harus dilakukan sebelum pengeboran.
Namun semburan lumpur panas tiba-tiba terjadi pada 29 Mei 2006 pukul 05.30 WIB. Titik semburan berjarak 150 meter dari permukiman. Warga pun mencium bau gas yang menyengat dari semburan tersebut.
Semburan lumpur itu diketahui berasal dari sumur Banjarpanji 1, Porong, Sidoarjo. Atau bagian dari kegiatan pengeboran eksplorasi gas Blok Brantas milik PT Lapindo Brantas. Bencana ini mengakibatkan 10.426 rumah warga dan 77 rumah ibadah terendam lumpur.
