Tanaman Anting-Anting Punya Potensi Sebagai Obat Anti Kanker
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
04 - Mar - 2025, 04:54
JATIMTIMES - Tanaman Anting-Anting (Acalypha indica Linn), yang dikenal sebagai herbal untuk relaksasi kucing, masih kurang dipahami manfaatnya. Banyak orang justru menganggapnya sebagai tanaman pengganggu. Padahal, tanaman yang sering tumbuh di halaman rumah ini memiliki potensi besar sebagai obat anti kanker.
Hal ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Elok Kamilah Hayati, M.Si, Dosen Kimia Analitik di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.
Baca Juga : Puasa Tetap Langsing dengan BB Ideal? Ini Sejumlah Tips Diet Sehat Saat Ramadan
Dr. Elok menjelaskan, bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil metabolit tanaman tersebut berdasarkan perbedaan ketinggian lokasi dan jenis pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi. Dengan pendekatan metabolomik, penelitiannya berfokus pada identifikasi senyawa-senyawa yang memiliki potensi sebagai antikanker.
Dari hasil penelitian, menemukan bahwa tanaman perdu ini mengandung senyawa-senyawa aktif yang memiliki efek antikanker. Secara farmakologi, Anting-anting memang memiliki banyak kandungan senyawa aktif
"Penelitian kami sebelumnya mengidentifikasi adanya golongan senyawa seperti alkaloid, tanin, dan flavonoid," jelasnya.
Senyawa seperti alkaloid, sangat berguna untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Alkaloid diketahui berpotensi sebagai agen antikanker dengan menghambat proliferasi dan menginduksi proses apoptosis pada sel kanker. Sementara Flavonoid berperan dalam inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan inhibisi angiogenesis.
Sedang senyawa Tanin, berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker Alkaloid diketahui berpotensi sebagai agen antikanker dengan menghambat proliferasi dan menginduksi proses apoptosis pada sel kanker.
Dalam prosesnya, penelitian inipun berlangsung selama 1,5 tahun di laboratorium. Dalam waktu yang tergolong singkat tersebut, Dr. Elok berhasil menyelesaikan penelitian ini dengan hasil yang sangat menjanjikan. Selain itu, penelitian ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Brawijaya (UB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB), yang turut berperan dalam proses pengembangan penelitian ini.
Baca Juga : Sound Horeg Saat Sahur Lagi Ngetren di Malang, Polisi Bakal Ambil Tindakan
"Salah satu pembimbing saya adalah dosen IPB," ujar Dr. Elok menambahkan.
Hasil penelitian Dr. Elok ini, tentunya membuka cakrawala baru terkait manfaat kesehatan dari tanaman Anting-anting. "Meskipun sering dimanfaatkan untuk pengobatan, tanaman ini ternyata masih menyimpan berbagai potensi lain, seperti antimalaria. Kajian metabolomik ini dapat digunakan untuk menduga secara cepat senyawa-senyawa penciri yang memiliki potensi sebagai obat," jelas Dr. Elok.
Sementara itu, pemilihan tanaman ini sebagai objek penelitian tidak terlepas dari keberadaannya yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Selain itu, masyarakat juga telah lama memanfaatkan tanaman ini untuk pengobatan tradisional, terutama untuk menurunkan kadar asam urat dan sebagai pengobatan anti-malaria.
