Polres Blitar Kota Larang Ronda Keliling Pakai Sound System, Siapkan Patroli Sahur

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

28 - Feb - 2025, 03:35

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly

JATIMTIMES – Tradisi ronda keliling saat Ramadan kerap menjadi bagian dari budaya masyarakat untuk membangunkan warga menjelang sahur. Namun, tahun ini, Polres Blitar Kota mengeluarkan larangan penggunaan sound system dalam kegiatan ronda keliling. Larangan tersebut bertujuan menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menegaskan kebijakan ini dalam acara olahraga bersama TNI-Polri Blitar Raya di Batalyon Infanteri (Yonif) 511/Blitar, Jumat (28/2/2025). Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan selama Ramadan, terutama pada jam-jam rawan menjelang sahur.

Baca Juga : UAH Bagikan Amalan Khusus Hari Jumat Agar Rezeki Lancar, Catat Waktunya

"Menjelang sahur, kami akan menitikberatkan patroli guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Blitar Kota," ujar Titus.

Selain meningkatkan patroli, kepolisian juga secara tegas melarang penggunaan sound system dalam kegiatan ronda keliling. Menurutnya, aktivitas tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum, terutama bagi warga yang sedang menjalankan ibadah malam seperti salat tahajud.

"Ronda keliling silakan dilakukan, tetapi harus sewajarnya, sesuai norma dan tidak mengganggu ketertiban umum. Penggunaan sound system bisa menimbulkan keresahan, apalagi jika volumenya berlebihan," kata Titus.

Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengajukan usulan terkait sanksi bagi pelanggar aturan ini kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Namun, sementara ini, petugas kepolisian akan mengambil langkah pengamanan terhadap sound system yang digunakan dalam ronda keliling. "Jika ada yang tetap nekat menggunakan sound system, kami akan mengamankan perangkatnya," tegasnya.

Selain larangan sound system untuk ronda keliling, Polres Blitar Kota juga menyoroti kegiatan sahur on the road yang kerap menjadi ajang berkumpulnya anak muda. Titus meminta agar setiap kegiatan tersebut dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak kepolisian untuk memastikan kegiatannya berjalan tertib dan tidak menimbulkan potensi gangguan keamanan.

"Kegiatan sahur on the road harus disampaikan terlebih dahulu ke kami. Jika memang kegiatannya positif, kami siap membantu pengamanan," tandasnya.

Sebagai bagian dari pengamanan selama Ramadan, Polres Blitar Kota akan mengintensifkan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan terjadi gangguan keamanan. Petugas akan dikerahkan untuk mengantisipasi potensi aksi kriminalitas, seperti pencurian, balap liar, hingga tawuran yang kerap meningkat saat sahur dan menjelang subuh.

Baca Juga : Jangan Tidur dengan 2 Posisi Ini, Bisa Bikin Keriput Meski Usia Masih Muda

"Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman dan aman. Oleh karena itu, patroli akan kami tingkatkan, terutama di titik-titik yang dianggap rawan," jelas Titus.

Polres Blitar Kota juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan masing-masing dengan tetap melaksanakan ronda malam secara bijak. Dengan adanya sinergi antara aparat dan warga, diharapkan situasi kamtibmas selama Ramadan dapat tetap kondusif.

Larangan penggunaan sound system dalam ronda keliling ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik di masyarakat. Namun, kepolisian tetap membuka ruang diskusi jika ada masukan dari masyarakat terkait aturan yang diberlakukan.

"Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan bersama," pungkas Titus.