Blitar Gempar! Mortir Aktif Nyaris Meledak di Tempat Rongsokan

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

24 - Feb - 2025, 02:50

Tim Jibom Satbrimob Polda Jatim saat mengevakuasi mortir aktif yang ditemukan di tempat rongsokan di Blitar. Mortir kemudian dimusnahkan untuk mencegah ledakan.

JATIMTIMES--Suharni, pedagang rongsokan di Kelurahan Jati, Kecamatan Sukorejo, tak pernah menyangka bahwa tumpukan besi tua di lapak sederhananya akan menuntunnya ke temuan mengerikan. Sebuah benda besi sepanjang 30 sentimeter dengan ujung meruncing dan badan berkarat terselip di antara kepingan logam lainnya. Saat disentuh, benda itu terasa dingin dan berat—terlampau berat untuk sekadar besi biasa.

Rasa curiga menggelayuti benaknya. Dengan jantung berdegup kencang, Suharni menghubungi Polres Blitar Kota. Tak butuh waktu lama, suara sirene meraung, membawa serta serombongan petugas berseragam. Dalam hitungan menit, kawasan rongsokan yang biasanya sepi berubah menjadi pusat perhatian.

Baca Juga : Polisi Blitar Kota Tangkap Pelaku Begal Payudara di Jalanan

"Kami menerima laporan dari warga tentang temuan benda mencurigakan yang diduga mortir. Setelah koordinasi, Tim Jibom Satbrimob Polda Jatim langsung kami libatkan," ujar Iptu Samsul Anwar, Kasi Humas Polres Blitar Kota, Senin (24/2/2025).

Tim penjinak bom yang datang langsung memasang perimeter. Warga berkerumun dari kejauhan, berbisik-bisik dalam ketakutan. Tak sedikit yang bertanya-tanya, dari mana asal muasal mortir itu? Apakah masih aktif? Apakah berbahaya?

Ketika tim Jibom melakukan pemeriksaan, suasana semakin tegang. Muka para petugas serius, tatapan mereka tajam ke arah benda yang kini telah ditempatkan di tanah lapang. Beberapa detik terasa seperti selamanya, hingga akhirnya kepastian didapat: Mortir itu masih aktif!

Sejurus kemudian, keputusan diambil. Mortir harus segera dimusnahkan.Dengan pengawalan ketat, benda berbahaya itu dibawa ke Lapangan Batalyon 511 Blitar. Proses pemusnahan dilakukan Minggu (23/2/2025) dalam operasi yang penuh ketelitian. Satu ledakan menggelegar memecah kesunyian pagi, membuat burung-burung beterbangan dari pepohonan sekitar. Mortir itu lenyap dalam sekejap, menyisakan hanya debu dan asap putih.

Meski ancaman telah sirna, tanda tanya besar masih membayang. Dari mana mortir itu berasal? Bagaimana bisa sampai ke tangan seorang pedagang rongsokan? Polisi masih menyelidiki.

Baca Juga : Tempat Sampah Beroda Graha Bangunan: Solusi Praktis untuk Lingkungan Bersih dan Higienis

"Kami belum tahu pasti asal mortir itu. Pedagang hanya membeli barang bekas dari berbagai tempat. Kami masih menelusuri siapa yang pertama kali membawanya ke Blitar," ujar Samsul.

Sementara itu, Suharni mengaku masih trauma. "Saya kira besi tua biasa. Kalau saya tahu itu mortir, mungkin sudah saya buang jauh-jauh!" ucapnya sambil mengusap wajah yang masih pucat.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi warga untuk lebih waspada terhadap benda mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan sisa-sisa perang atau militer. Bagi Blitar, insiden ini menambah deretan cerita misteri sejarah yang tersimpan di tanahnya. Namun bagi Suharni, ini adalah pengalaman hidup yang tak akan pernah ia lupakan.