Viral! Pedagang Resto Malang Ungkap Modus Laporan Palsu Customer Ojek Online demi Makan Gratis

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

20 - Feb - 2025, 07:38

Salah satu foto klaim palsu dari pelanggan yang mengaku pesanan tidak lengkap. (Foto: X)

JATIMTIMES - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan curhatan seorang pedagang di Malang yang mengalami kerugian akibat laporan palsu dari pelanggan ojek online. Kisah ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun X @melindaramsley di Komunitas Marah-Marah. 

Dalam unggahannya, Melinda menceritakan kronologi kejadian yang menimpa ibu mertuanya, pemilik sebuah restoran rumahan di Malang. Ia mengungkapkan bahwa ada oknum pelanggan yang sengaja membuat klaim palsu tentang kekurangan pesanan demi mendapatkan makanan gratis. 

"MAKAN HARAM PAKE LAPORAN PALSU DI GOJEK/GRAB. Ini bisa jadi perhatian buat seluruh resto online terutama yg berdomisili di Malang." tulisnya. 

Melinda juga mengungkap modus laporan palsu yang digunakan pelanggan. Yakni pelanggan itu mengaku pesanan yang datang tidak lengkap. Misalnya, faktanya pesanan sudah lengkap 2 porsi dan 1 es teh, namun mengaku pesanan yang datang hanya 1 porsi. 

"Ayam kremes saya datang cuma ada 1 dan satunya tidak ada dan es tehnya (juga tidak datang)," tulis laporan palsu pelanggan ojek online. 

Melinda curiga karena setiap foto klaim palsu menunjukkan latar belakang yang sama. Ia menambahkan, "Mau ga suudzon tapi bukti jelas gini." 

Latar foto yang dimaksud Melinda sama, menandakan satu customer yang sama melakukan laporan palsu. (Foto: X)

Latar foto yang dimaksud Melinda sama, menandakan satu customer yang sama melakukan laporan palsu. (Foto: X)

Baca Juga : Tak Pulang Sehari, Abang Bakso Ditemukan Tewas Terseret Air Bah di Pantai Sine Tulungagung

Melinda juga menjelaskan, jika customer melakukan klaim palsu padahal pesanan sudah lengkap, maka dana pemilik resto yang telah masuk, akan ditarik kembali. "Potongan dana, jadi saldonya ditarik lagi gituuu," kata Melinda. 

Meskipun ibu mertuanya cenderung bersikap sabar dengan mengatakan, "yaudah gapapa, anggap aja sedekah," Melinda merasa tindakan tersebut sangat merugikan. 

Lebih lanjut, Melinda mengungkapkan bahwa mereka telah mengetahui identitas lengkap pelaku, termasuk nama, nomor telepon, dan alamatnya. Ia juga menyebutkan bahwa pelaku tidak hanya melakukan klaim palsu di restoran mereka, tetapi juga di banyak restoran lain melalui platform Grab dan Gojek. 

"Banyak bgt driver laporan ke kami dan beberapa rekan resto di Malang juga blg hal yang sama," tulisnya. 

Sayangnya, upaya untuk menemui pelaku secara langsung terhalang oleh kebijakan dari pihak Grab dan Gojek yang melarang tindakan tersebut. Namun, Melinda menegaskan bahwa mereka telah mengumpulkan banyak bukti dan siap menempuh jalur hukum jika diperlukan. 

Melinda juga mengingatkan para pelanggan untuk tidak menghalalkan segala cara demi mendapatkan makanan gratis. "Dear seluruh customer, kami tau cari uang susah, tapi jangan menghalalkan segala cara demi isi perut begini yaa. Siksanya berat, karena setiap bagian diri kita akan bersaksi di akhirat kelak," pesannya. 

Sontak unggahan itu pun menuai beragam komentar dari warganet. Beberapa warganet meminta agar akun customer tersebut di-banned. "bisa kali di banned data n imei doski," tulis @indonesia****. 

"Say berkali2 minta @GrabID bikin fitur blokir customer atau bikin penilaian untuk customer juga, masa cuma customer dan driver yang bisa kasih penilaian ke resto. Giliran resto kena spam customer tipu2 begini ga ada solusi realnya, resto cm bs nolakin manual, pengaruh ke performa," ujar @irawan*****. 

Viralnya cerita ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha kuliner online di Malang dan sekitarnya untuk lebih waspada terhadap modus penipuan dari pelanggan atau customer ojek online.