Tangisan Rasulullah SAW Mengguncang Arasy: Kisah Orang Arab Badui yang Menyentuh Hati

Editor

A Yahya

19 - Feb - 2025, 10:34

Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Dalam sebuah peristiwa yang begitu penuh makna, sebuah kisah yang mengharukan mengungkapkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT terhadap umat-Nya. Kisah ini terjadi ketika Rasulullah SAW, dalam perjalanan spiritualnya di sekitar Kakbah, bertemu dengan seorang Arab Badui yang tak mengenali beliau, namun melalui interaksi singkat itu, Allah SWT menunjukkan kasih-Nya yang begitu dalam.

Kisah ini dikutip dari kitab Silsilah al-Qashash, karya Saleh al-Munajjed, yang ada dalam buku Kumpulan Kisah Teladan yang disusun oleh Prof. Dr. Hasballah Thaib, MA, dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D. Dalam kitab tersebut, terungkap sebuah peristiwa di mana tangisan Rasulullah SAW akibat ungkapan hati seorang Arab Badui hingga mengguncang Arasy, singgasana Allah SWT yang begitu agung.

Baca Juga : PBNU Usul Pemerintah Bentuk Kementerian Haji Indonesia

Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang melakukan tawaf di Kakbah, tempat suci bagi umat Islam. Di tengah tawaf tersebut, beliau mendengar seorang lelaki yang sedang berzikir dengan kalimat, "Ya Karim! Ya Karim!" Menyadari keindahan dari bacaan tersebut, Rasulullah SAW ikut mengulang zikir itu di belakang orang tersebut.

Namun, tak disangka, orang itu merasa dihina dan menoleh dengan pandangan yang tajam. Ia terkejut melihat seorang pria tampan dan gagah di belakangnya, yang kemudian ia anggap sebagai penghinaan terhadap dirinya. "Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejekku hanya karena aku orang Badui?" katanya, "Kalau bukan karena ketampanan dan kegagahanmu, aku akan melaporkanmu kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah."

Rasulullah SAW tersenyum dan menjawab, "Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?" Terkejut, orang Badui itu menjawab, "Belum."

Rasulullah SAW kemudian berkata, "Aku adalah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat." Tanpa bisa menahan perasaan, orang tersebut segera tunduk dan mencium kedua kaki Rasulullah SAW. Namun, Rasulullah SAW segera mengingatkan, "Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Aku diutus bukan untuk dihormati, tetapi untuk membawa berita gembira bagi orang yang beriman."

Kisah ini terus berlanjut ketika Malaikat Jibril turun menyampaikan pesan dari Allah SWT. Allah berfirman untuk menyampaikan kepada orang Arab tersebut, "Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar, menghitung setiap amalannya, baik yang kecil maupun besar." Namun, dalam sebuah ungkapan penuh kebijaksanaan, orang Badui itu menyatakan, "Jika Allah menghitung dosa hamba, maka hamba pun akan menghitung maghfirah-Nya. Jika Allah menghitung kebakhilan hamba, maka hamba akan menghitung kedermawanan-Nya."

Baca Juga : Danantara Rawan Jadi Sarang Korupsi Seperti 1MDB Malaysia, Bagaimana Kasusnya?

Ucapan itu membuat Rasulullah SAW terharu, hingga tangisan beliau membasahi janggutnya. Malaikat Jibril kembali turun, kali ini membawa kabar yang sangat menggembirakan. "Berhentilah engkau menangis, Muhammad," kata Jibril. "Karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya hingga Arasy bergoncang. Allah telah memutuskan, bahwa orang Arab itu tidak akan dihisab dan akan menjadi temanmu di surga."

Dengan kabar tersebut, orang Arab Badui itu tak kuasa menahan tangis haru. Ia bersyukur, merasa amat diberkahi dengan rahmat yang melimpah dari Allah SWT, dan berjanji untuk terus beriman.