Hujan Lebat, Ular Sanca Berkeliaran Bikin Khawatir Warga Kota Malang
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Nurlayla Ratri
17 - Feb - 2025, 06:44
JATIMTIMES - Seekor ular diduga jenis Sanca muncul ke permukaan atau ke jalan raya. Peristiwa itu terjadi di Jalan Peltu Sujono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (17/2/2025).
Dalam video amatir yang diterima media ini dari seorang warga sekitar, seekor ular dengan tenang di tengah jalan. Ular tersebut keluar saat hujan deras melanda Kota Malang sekitar pukul 14.59 WIB.
Baca Juga : Longsor Maut di Kaliputih Blitar: Satu Penambang Pasir Ditemukan Tewas, Satu Lagi Masih Dicari
Dalam video itu, panjang ular sekitar 1,5 meter menyeberangi jalan dari arah timur menuju ke barat. Akibat ular itu, arus lalu lintas sempat tersendat. Mayoritas pengguna jalan takut ketika akan melintas.
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Agoes Soebekti melalui anggotanya, Anang Yuwono membenarkan adanya kejadian itu terjadi sekitar pukul 14.59 WIB. Saat itu, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat melalui sambungan telepon.
“Benar mas, ada laporan dari masyarakat melalui saluran WhatsApp Damkar untuk mengamankan ular tersebut pada sekitar pukul 14.59 WIB,” kata Anang.
Usai mendapat laporan itu, tim Damkar Kota Malang sebenarnya langsung bergegas ke lokasi. Namun ketika tiba di lokasi, ular besar tersebut telah diamankan oleh masyarakat sekitar.
“Ketika teman-teman bergerak ke TKP, ular tersebut sudah diamankan oleh warga. Kemudian rekan-rekan dari Damkar balik kanan,” tambah Anang.
Baca Juga : Pamit Cari Ikan Pakai Setrum, Pria Ini Dibawa Pulang Tak Bernyawa
Anang pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap hewan berbahaya. Terutama ketika hujan lebat melanda. Karena bukan tidak mungkin hewan tersebut naik ke permukaan.
Oleh karena itu, apabila di kemudian hari ditemukan kasus serupa, Anang mengaku pihaknya selalu siaga 24 jam untuk menerima aduan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan dari Damkar Kota Malang.
“Langsung saja telfon melalui Mako Damkar, kita siap siaga 24 jam,” tukas Anang.
