Awas! Minuman Kemasan Manis Bisa Sebabkan Stroke hingga Diabetes
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
17 - Feb - 2025, 12:50
JATIMTIMES - Kebiasaan mengonsumsi minuman manis kemasan setiap hari ternyata dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Seorang dokter spesialis penyakit dalam, dr. Decsa Medika Hertanto, SpPD, membagikan kisah nyata pasiennya yang mengalami stroke di usia muda akibat konsumsi minuman manis berlebihan.
Dalam unggahan yang dibagikannya melalui Instagram @dokterdecsa, ia menceritakan pengalamannya saat melakukan visitasi di rumah sakit. "Jadi suatu pagi di bangsal, saya visit ke pasien stroke yang masih muda, usia 31 tahun, sudah menikah, dan punya satu anak kecil," ungkapnya.
Sang pasien pun mengungkapkan kekhawatirannya. “Sontak dia curhat, ‘Apa mungkin, Dok, stroke ini karena kebiasaan saya konsumsi minuman manis? Saya biasa minum 4-5 kemasan per hari, mulai dari soda, jus kemasan, teh kemasan, hingga kopi kemasan,’” lanjut dr. Decsa.
Dokter yang menangani pasien tersebut langsung menanyakan apakah kebiasaan ini sudah berlangsung lama. "Saya tanya lagi, ‘Emang rutin?’ Dia jawab, ‘Iya dok, rutin, karena kalau nggak minum itu saya lapar dan lemas,’” jelasnya.
Hasil diagnosis menunjukkan bahwa pasien tersebut mengalami stroke infark, diabetes, dan obesitas, yang kemungkinan besar dipicu oleh pola konsumsi gula berlebihan.
Kaitan antara konsumsi minuman manis dengan risiko stroke rupanya sudah didukung oleh penelitian ilmiah. Dr. Decsa menyebutkan bahwa ada jurnal dari Frontiers, yang dipublikasikan pada 9 Desember 2024, berjudul "Asupan Gula Tambahan dan Hubungannya dengan Kejadian Tujuh Penyakit Kardiovaskular yang Berbeda pada 69.705 Pria dan Wanita Swedia."
“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis lebih dari 8 kemasan per minggu dapat meningkatkan risiko stroke hingga 19%,” ungkapnya.
Jika dikalkulasikan, pasien yang ditangani dr. Decsa mengonsumsi 4-5 minuman manis per hari, atau sekitar 28-35 kemasan per minggu. Dan jumlah itu jauh lebih tinggi dari batas risiko yang disebutkan dalam penelitian tersebut.
Dr. Decsa pun menegaskan bahwa dirinya tidak melarang konsumsi minuman manis sepenuhnya, tetapi menekankan pentingnya membatasi asupan gula. "Boleh kok minum-minuman manis, tapi tetap batasi. Udah pada paham, kan?" tutup dr. Decsa.
