Mengapa Valentine Identik dengan Cokelat? Ini Sejarahnya
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
09 - Feb - 2025, 06:50
JATIMTIMES - Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Pada momen tersebut, banyak orang memberikan cokelat sebagai hadiah untuk pasangan, teman, keluarga, atau siapa pun yang mereka cintai.
Secara umum, siapavpun bisa memberikan cokelat di Hari Valentine. Namun, dalam beberapa budaya, tradisi ini lebih sering dilakukan oleh laki-laki yang memberikan cokelat kepada wanita.
Baca Juga : Mila Dewanti Sukses di Dunia Modeling 26 Tahun, Tekuni MUA Kini Langganan Pejabat
Tetapi, pada era modern, banyak wanita juga yang memberikan cokelat kepada laki-laki atau kepada seseorang yang mereka cintai.
Adapun hadiah cokelat pada Hari Valentine dapat menjadi cara untuk menunjukkan perasaan dan menyampaikan ucapan "saya mencintaimu" kepada orang yang mereka sayangi.
Namun, pernahkah sobat JatimTimes berpikir mengapa cokelat sangat identik dengan Valentine? Dari banyaknya hadiah, mengapa harus cokelat yang mendominasi di Hari Kasih Sayang itu?
Filosofi Cokelat Identik dengan Valentine
Melansir History.com, cokelat merupakan lambang kasih sayang, kenyamanan, dan sensualitas. Cokelat bahkan dulunya dianggap sebagai makanan mewah untuk orang-orang elite, seperti Maya dan Aztec.
Cokelat juga dipercaya dapat mendatangkan banyak manfaat kesehatan. Hingga akhirnya, cokelat semakin populer bahkan sampai ke Eropa. Meski pada saat itu, cokelat belum dikaitkan dalam perayaan Valentine.
Memasuki tahun 1840-an, Hari Valentine menjadi hari libur untuk merayakan kasih sayang. Dari sinilah masyarakat semakin ramai memberikan hadiah kepada pasangannya dan disusul dengan munculnya sosok Richard Cadbury yang merupakan seorang produsen cokelat dari Inggris.
Pada saat itu, Richard berinovasi dengan menjual cokelat berbentuk hati yang dikemas dengan sangat indah menggunakan sebuah kotak. Untuk mempercantik tampilan kotak cokelat miliknya, Cadbury menambah gambar Cupid dan bunga mawar di atasnya.
Baca Juga : Waspada Modus Penipuan, Order Fiktif Mengatasnamakan Dinsos Kota Batu Sasar Pengusaha Kue
Dari sinilah awal mula cokelat berkembang menjadi hadiah Valentine. Di era Ratu Victoria berkuasa, cokelat menjadi simbol kasih sayang dan rayuan.
Karenanya di masa itu laki-laki muda menggunakan cokelat untuk mendekati perempuan. Caranya dengan memberikan sekotak cokelat untuk memperlihatkan kasih sayangnya.
Namun, pada era Victoria, cokelat juga diibaratkan dengan hubungan dan seks. Karena itu terdapat buku etiket pada masa itu yang mengingatkan perempuan lajang untuk tidak menerima cokelat dari laki-laki yang tidak dikenal.
Perempuan pada masa itu juga dianggap tabu untuk memberikan cokelat kepada laki-laki. Namun seiring waktu, kesan cokelat yang tabu mulai hilang.
Peristiwa-peristiwa itulah yang menjadi salah satu acuan bahwa cokelat menjadi hadiah saat Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari.
Nah, hal itu lantas terus menjamur ke seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Hingga saat ini, kebiasaan memberikan cokelat kepada pasangan dan orang terkasih dihari Valentine masih terus dilakoni oleh masyarakat Indonesia, khususnya bagi kaum muda.
