Bacaan Lengkap Doa Nurbuat: Usir Bahaya hingga Permudah Persalinan

Reporter

Binti Nikmatur

08 - Feb - 2025, 09:08

Potret seorang ibu hamil saat proses melahirkan. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Doa Nurbuat, atau yang juga disebut sebagai Doa Nubuwwah, memiliki arti penting dalam kehidupan seorang Muslim. Doa ini dipercaya dapat menjadi perisai dari berbagai kesulitan, menuntun seseorang agar selalu dalam lindungan Allah SWT, serta menjauhkan dari berbagai bentuk kesesatan. 

Secara bahasa, istilah "Nurbuat" berasal dari gabungan dua kata, yaitu "nurun" yang berarti cahaya, dan "nubuwwah" yang bermakna kenabian. Dengan demikian, Doa Nurbuat secara harfiah bisa diartikan sebagai "cahaya kenabian." 

Menurut riwayat yang tercantum dalam kitab Tarikh Dimasyq karya Imam Abul Qasim Ali Ibn Asakir, doa ini pertama kali dibawa oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW atas perintah langsung dari Allah SWT. 

Diceritakan bahwa suatu pagi setelah Rasulullah SAW selesai melaksanakan salat Subuh bersama para sahabat, Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu berupa doa ini. Jibril berkata:
"Aku diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan Doa Nurbuat ini kepadamu [Rasulullah]." 

Seperti yang diuraikan dalam buku Malaikat pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi karya H. Hamdan Hamedan dan Panduan Sholat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa, Doa Nurbuat menjadi simbol kuat ajaran kebaikan yang diwariskan para nabi. 

Doa Nurbuat bisa diamalkan kapan saja, seperti selesai salat fardhu dan setiap terbenamnya matahari atau usai magrib. Berikut adalah bacaan Doa Nurbuat dalam tulisan Arab, latin, serta artinya: 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِيْنَ وَعَيْنِ الْجِنِّ الْاِنْسِ وَالشَّيَاطِيْنِ
وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنٌ وَمَاهُوَ اِلاَّذِكْرٌ لِّلْعَالَمِيْنَ وَمُسْتَجَابُ اْلقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُوالْعَرْشِ الْمَجِيْدِ
طَوِّلْ عُمْرِيْ وَصَحِّحْ جَسَدِيْ وَاقْضِ حَاجَتِيْ وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ وَحَبِّبْنِيْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ اٰدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِيْنَ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ 

Allaahumma dzis-sultaanil 'adziimi wa dzil-mannil qadiimi wa dzil-wajhil-kariimi wa waliyyil-kalimaatit taammati wadda'awaatil mustajaabaati 'aaqilil hasani wal-husaini min anfusil haqqi 'ainil qudrati wan-naaziriina wa 'ainil jinni wal insi wasy-syayaatiin.
Wa iy yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi absaarihim lammaa samii'udz-dzikra wa yaquuluuna innahuu lamajnuunuw wa maa huwa illaa dzikrul lil-'aalamiin, wa mustajaabil-qur'aanil-'aziim, wa waritsa sulaimaanu daawuuda 'alaihimas salaam, al-wuduudu dzul 'arsyil-majiid.
Tawwil 'umrii wa shahhih jasadii waqdii haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wa habbibnii lin-naasi ajma 'iina wa tabaa 'adil 'adaawata kullahaa mim banii aadama 'alaihissalaamu man kaana hayyaw wa yahiqqal-qaulu 'alal kaafiriina innaka 'alaa kulli syai'in qadiir.
Subhaana rabbika rabbil-'izzati 'ammaa yasifuuna wa salaamun 'alal-mursaliina wal-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin. 

Artinya:
"Ya Allah yang Maha Kuat, yang memiliki anugerah, yang merupakan zat yang Maha Mulia, yang menguasai banyak kalimat sempurna dan doa yang mustajab, penjamin Al Hasan dan Al Husain dari jiwa yang hak, pandangan yang penuh kuasa, serta orang-orang yang melihat dari pandangan para jin, manusia, dan juga setan. 

Sesungguhnya orang yang kafir itu adalah orang yang menjerumuskan kamu dengan pandangan dari mereka, ketika mendengar Al-Qur'an dan mereka pun berkata; sesungguhnya Muhammad adalah orang yang gila. Al-Qur'an hanya-lah peringatan untuk setiap umat. Wahai Dia yang memperkenankan melalui Al-Qur'an yang sangat agung. Sulaiman dan juga Daud dan Dia yang Maha Pengasih, sebagai Pemilik Arasy yang Mulia. 

Maka panjangkan-lah umurku, sehatkan-lah tubuhku, tunaikan-lah segala yang kuperlukan, dan perbanyakkan-lah harta dan anakku, jadikan-lah aku orang yang terhindari dari segala permusuhan dari anak anak Adam yang masih hidup. Pastikan ketetapan atau azab untuk orang-orang yang kafir karena sesungguhnya Engkau adalah yang Maha Kuasa akan segala sesuatu.
Maha suci Tuhanmu, yaitu Maha yang memiliki kebesaran, dari apa pun yang [mereka] gambarkan yaitu orang-orang kafir dan melimpah-lah kesejahteraan pada para Rasul, segala puji bagi Allah pemilik Alam Semesta.

Berikut beberapa manfaat yang dipercaya bisa diperoleh dari membaca doa Nurbuat, baik dalam urusan dunia maupun akhirat:


• Perlindungan dalam peperangan: Doa ini dapat diamalkan sebelum menghadapi pertempuran sebagai permohonan keselamatan dan keberanian.
• Kesejahteraan dunia dan akhirat: Dengan membacanya secara rutin, diyakini dapat membawa kemakmuran hidup di dunia serta keberuntungan di akhirat.
• Mempermudah lamaran: Bacaan doa ini bisa diamalkan setelah menjalankan puasa siang hari saat hendak melamar pekerjaan atau urusan penting lainnya agar mendapat penerimaan yang baik.
• Dikasihi pemimpin: Bila dibaca secara konsisten setiap hari, doa ini dipercaya mampu menarik perhatian baik dari pemimpin atau pejabat berwenang.
• Berinteraksi dengan jin: Bacaan doa Nurbuat dikatakan dapat membuka jalan untuk berkomunikasi dengan jin serta mengubah wujud mereka.
• Melindungi tanaman: Jika doa ini ditulis dan diletakkan di sekitar tanaman, dipercaya dapat melindunginya dari serangan serangga atau hama.
• Menjinakkan binatang buas: Dengan membacakan doa ini ke telinga hewan liar, hewan tersebut diyakini akan menjadi lebih jinak.
• Menyembuhkan hewan yang sakit: Doa ini dapat dibacakan untuk membantu kesembuhan hewan yang mengalami cacat atau penyakit.
• Menghilangkan permusuhan: Membaca doa ini secara berulang dipercaya mampu meredakan konflik dan perselisihan.
• Mendapatkan kasih sayang musuh: Sebelum keluar rumah, doa ini bisa diamalkan agar memperoleh simpati, bahkan dari pihak yang bermusuhan.
• Mengusir bahaya: Jika doa ini dituliskan dan disimpan di rumah, diyakini dapat menolak sihir atau marabahaya lainnya.
• Membersihkan tempat angker: Doa yang dituliskan dan diletakkan di lokasi angker dipercaya mampu mengusir kehadiran jin.
• Menawar air laut: Dengan membacakan doa ini dan meniupkan ke air laut, diyakini air tersebut dapat berubah menjadi tawar.
• Menempuh perjalanan jauh: Membaca doa ini lalu mengoleskannya pada bagian tubuh yang sakit dipercaya mampu menghilangkan rasa nyeri untuk perjalanan jauh.
• Pengobatan dengan minyak kelapa: Doa ini dapat dibacakan pada minyak kelapa yang kemudian digunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit.
• Mengatasi gangguan mata: Dengan meniupkan doa ini ke mata yang sakit, diyakini dapat membantu penyembuhan gangguan penglihatan.
• Penawar sengatan hewan berbisa: Doa ini bisa dibacakan pada area tubuh yang terkena sengatan binatang berbisa untuk membantu mengurangi efek racun.
• Memudahkan proses persalinan: Air yang telah dibacakan doa ini dan diminumkan kepada ibu hamil diyakini mampu memperlancar proses melahirkan. 

Demikianlah bacaan dan keutamaan Doa Nurbuat yang dapat diamalkan oleh umat Islam. Semoga dengan memahami dan mengamalkannya, kita senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.