Lubang Misterius di Blitar Diduga Sinkhole yang Berpotensi Bahaya
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Yunan Helmy
11 - Nov - 2024, 10:51
JATIMTIMES - Masyarakat Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, digemparkan dengan kemunculan lubang besar di dasar Sungai Kaliasat, tepatnya di Dusun Kaliandong. Lubang dengan diameter sekitar 1,5 meter itu mulai mengisap aliran air sungai setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Jumat 1 November 2024.
Warga yang penasaran melaporkan temuan ini ke pihak berwenang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar segera mengambil langkah pencegahan dengan memasang tanda larangan di sekitar lokasi. Pada Jumat, 8 November 2024, tim ahli dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan melakukan peninjauan langsung untuk mengidentifikasi penyebab lubang misterius tersebut.
Baca Juga : Samanhudi Anwar Siap Jadi Staf Ahli, Dorong Kembali APBD Pro-Rakyat Bersama Mas Ibin-Mbak Elim
Abdullah Husna, salah satu anggota tim dari Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa lubang ini kemungkinan besar merupakan fenomena alam yang dikenal sebagai sinkhole. “Berdasarkan kondisi geologi, fenomena ini sering terjadi di area batu gamping,” kata Husna, Senin (11/111/2024).
Husna menerangkan bahwa batu gamping atau kapur memiliki kandungan kalsium karbonat yang mudah larut bila bereaksi dengan air. Dalam jangka waktu tertentu, proses pelarutan ini dapat membentuk lubang di permukaan tanah, seperti yang terlihat di dasar Sungai Kaliasat.
“Pelarutan ini berlangsung cukup lama hingga akhirnya menciptakan rongga di dalam tanah. Di permukaan, diameter lubang sekitar 1,5 meter, namun kami menduga ukurannya lebih besar di bagian dalam,” tambahnya.
Dengan adanya temuan ini, tim ahli memberikan peringatan keras agar masyarakat tidak mendekati area lubang karena kondisi tanah di sekitarnya sangat rawan ambrol. Husna menyebutkan bahwa area tersebut sangat berbahaya jika dipijak oleh orang karena bisa menyebabkan ambrol mendadak. “Lapisan tanah di sekitar lubang ini lemah. Jika ada orang yang berjalan di atasnya, bisa saja lapisan tanah itu runtuh dan menjebak siapa pun yang berada di atasnya,” ungkapnya.
Untuk memastikan keamanan warga, tim dari Kementerian ESDM merekomendasikan agar dilakukan kajian lebih lanjut menggunakan instrumentasi geofisika. Husna mengatakan, kajian ini bertujuan untuk memahami kondisi di bawah permukaan tanah serta melihat seberapa jauh lubang tersebut memiliki sambungan dengan rongga lain.
Baca Juga : Pjs Bupati Blitar: Sukarni, Warisan Semangat Perjuangan untuk Pemuda Indonesia
“Kami perlu melakukan survei lanjutan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Hal ini penting agar kami bisa mengambil langkah mitigasi yang tepat,” kata Husna.
Temuan ini semakin menguatkan laporan yang sebelumnya disampaikan oleh BPBD Kabupaten Blitar kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kepala BPBD Blitar sebelumnya telah menyampaikan kekhawatirannya mengenai potensi bahaya di sekitar lokasi, terlebih karena Sungai Kaliasat kering saat musim kemarau namun terisi air kembali ketika hujan. Dengan kondisi seperti ini, air hujan justru mengalir langsung ke dalam lubang tanpa meninggalkan genangan di permukaan, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Fenomena sinkhole yang jarang terjadi ini telah menarik perhatian tidak hanya warga sekitar, namun juga pihak berwenang. Pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Blitar bersama dengan tim ahli Kementerian ESDM akan terus memantau situasi dan menunggu hasil kajian geofisika untuk tindakan lebih lanjut.
