Bupati Blitar Rini Syarifah Ajukan Cuti Penuh untuk Pilkada 2024
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
09 - Sep - 2024, 02:47
JATIMTIMES - Bupati Blitar Rini Syarifah secara resmi mengajukan cuti penuh selama dua bulan dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Cuti ini diajukan hingga masa tenang kampanye, guna mempersiapkan diri sebagai calon yang kembali maju dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Blitar 2024.
Aan Ernawanto, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Blitar, menjelaskan bahwa pengajuan cuti Rini telah diterima dan diproses oleh Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar. "Pengajuan cuti ini sudah kami ajukan kepada Gubernur Jawa Timur, dan saat ini sedang menunggu persetujuan," ujar Aan saat dikonfirmasi pada Senin (9/9/2024).
Baca Juga : Pilkada Kota Malang, Akademisi Nilai Parpol Gagal Lakukan Kaderisasi
Menurut Aan, cuti tersebut akan mulai berlaku pada Minggu, 22 September 2024, sebelum penetapan calon Pilkada. Rini akan menjalani cuti hingga Sabtu, 23 November 2024, yang bertepatan dengan dimulainya masa tenang kampanye Pilkada. "Cuti ini sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Dalam Negeri terkait Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN) bagi kepala daerah yang mencalonkan diri kembali," jelasnya lebih lanjut.
Dalam surat edaran tersebut, ditegaskan bahwa kepala daerah yang mencalonkan diri dalam Pilkada harus mengambil cuti penuh selama masa kampanye. Selain itu, mereka dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya selama masa cuti tersebut.
Aan menambahkan, meskipun pihaknya belum mendapatkan kepastian kapan persetujuan cuti Bupati Blitar akan dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur, dia yakin bahwa keputusan tersebut akan diterima sebelum penetapan calon Pilkada. "Sesuai aturan, kami yakin semua proses ini akan selesai tepat waktu," ungkapnya.
Sebagai pengganti sementara, nantinya akan ada Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Blitar yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Pemprov Jatim akan mengusulkan Pjs Bupati kepada Kementerian Dalam Negeri untuk menjabat selama masa cuti Bupati Rini," kata Aan. Hal ini penting guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik selama masa kampanye dan cuti.
Rini Syarifah, yang akrab disapa Mak Rini, bukan sosok baru dalam perpolitikan Kabupaten Blitar. Pada Pilkada sebelumnya, tahun 2020, ia berpasangan dengan Rahmat Santoso dan berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Blitar.
Dalam Pilkada 2020, Mak Rini-Makdhe Rahmat menghadapi persaingan ketat dari pasangan Rijanto - Marhaenis, yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan beberapa partai pendukung lainnya. Meski demikian, Mak Rini-Makdhe Rahmat berhasil meraih kemenangan dengan dukungan kuat dari pemilih di daerah tersebut, termasuk kalangan NU dan kelompok masyarakat akar rumput.
Baca Juga : Fraksi DPRD Kota Batu Rampung Dibentuk, Formasi AKD Tunggu Ketua Definitif
Di Pilkada 2024, Rini Syarifah maju dengan pasangan baru, Abdul Ghoni. Rini memutuskan untuk menggandeng Ghoni, seorang tokoh muda yang dianggap memiliki potensi besar dalam dunia politik. Pasangan Rini-Ghoni didukung oleh sejumlah partai politik besar, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Demokrat, Gerindra, dan PSI yang memperkuat posisi mereka dalam persaingan Pilkada 2024.
Di sisi lain, Rini-Ghoni akan menghadapi pasangan Rijanto-Beky, yang didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) serta koalisi partai-partai lainnya. Dengan dukungan yang kuat dari kedua belah pihak, Pilkada Kabupaten Blitar 2024 diprediksi akan menjadi pertarungan sengit, mengingat Rijanto merupakan mantan Bupati yang juga pernah menjadi rival Rini pada Pilkada sebelumnya. Masyarakat Kabupaten Blitar menantikan siapa yang akan memenangkan persaingan kali ini.
Dengan kembali majunya Rini dalam Pilkada 2024, Kabupaten Blitar akan kembali menjadi medan persaingan yang sengit antara para kandidat. Masyarakat pun menunggu hasil akhir dari proses ini, yang akan menentukan arah kepemimpinan Kabupaten Blitar selama lima tahun ke depan.
