Mbak Rara Pawang Hujan Dipulangkan dari Banda Aceh, Kenapa?
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
28 - Aug - 2024, 04:09
JATIMTIMES - Media sosial khususnya masyarakat Aceh baru-baru ini dibuat heboh dengan viralnya sebuah video yang menunjukkan aktivitas pawang hujan perempuan beraksi di Stadion Harapan Bangsa (SHB) Lhong Raya, Banda Aceh.
Video berdurasi 28 detik itu viral dan salah satunya dibagikan akun X @Aceh. Dalam video tersebut tampak pawang hujan yang diduga sosok Rara Istiati Wulandari alias Mbak Rara, bejalan di pinggir lapangan sambil membawa cawan dan sesekali melihat ke atas.
Baca Juga : Hadapi Khofifah-Emil, Sutiaji Buka Suara soal Duet dengan Risma di Pilgub Jatim 2024
Dalam video tersebut juga tampak beberapa pekerja proyek yang sedang beraktivitas merenovasi Stadion Harapan Bangsa, yang bakal menjadi venue utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Setelah video itu viral, kini beredar surat Gubernur Aceh meminta Rara untuk dipulangkan. Surat tersebut beredar luas di media sosial salah satunya dibagikan akun X @Aceh. Dilansir pada Rabu (28/8/2024) berikut isi lengkap surat tersebut.

"1. Sehubungan dengan aktivitas di Stadion Harapan Bangsa (SHB) yang berkenaan dengan praktek pawang hujan melibatkan Saudari Rara Istiati Wulandari, kami harap Saudara sebagai berikut:
a. Mengklarifikasi kepada kami terhadap aktivitas tersebut:
b. Menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena kegiatan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam:
c. Segera memulangkan yang bersangkutan agar tidak menimbulkan kegaduhan sekaligus mempublikasikan kepulangannya.
2. Demikian untuk dilaksanakan dan terima kasih." Bunyi surat tersebut.
Sementara itu, Pj Gubernur Aceh, Safrizal mengatakan jika perusahaan memulangkan Mbak Rara setelah aksinya viral. Keputusan itu diambil setelah pihak perusahaan yang bertanggung jawab pembangunan stadion dipanggil guna klarifikasi.
Baca Juga : Usung Tema Kerakyatan dan Kemapanan, Pasangan Vinanda-Gus Qowim Gelar Deklarasi di Alun-alun Kota Kediri
"Pihak perusahaan segera memulangkan Rara melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar pada penerbangan hari ini," katanya melansir Antara, Rabu (28/8/2024).
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menjelaskan bahwa kehadiran pawang hujan adalah inisiatif dari pekerja proyek yang bermaksud mengantisipasi hujan agar tidak mengganggu pekerjaan di stadion.
Perusahaan mengakui bahwa inisiatif tersebut diambil tanpa mempertimbangkan sensitivitas masyarakat Aceh yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan budaya lokal.
Safrizal menegaskan bahwa perusahaan juga secepat mungkin membuat pernyataan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh.
Dirinya menekankan bahwa tindakan yang tidak sesuai dengan syariat dan budaya lokal tidak dapat diterima, terlebih lagi dalam konteks proyek besar yang melibatkan banyak pihak.
"Aceh adalah daerah yang sangat menjaga nilai-nilai keislaman, setiap kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut harus dihentikan," katanya.
