Unisba Blitar Siap Semarakkan BEN Carnival 3rd dengan Tari Pattu’du

Reporter

Aunur Rofiq

04 - Jul - 2024, 02:45

Unisba Blitar akan menampilkan tari Pattu'du di BEN Carnival 3rd.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES– Dalam rangka menyambut acara tahunan terbesar Kota Blitar, Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 3rd, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar telah mempersiapkan penampilan yang akan memukau para penonton. Pada Sabtu, 13 Juli 2024 mendatang, Unisba Blitar akan menampilkan Tari Pattu’du dari Sulawesi Barat, sebuah tarian tradisional yang kaya akan sejarah dan budaya.

Tari Pattu’du: Representasi Sukacita dan Syukur

Baca Juga : Capaian Retribusi Parkir Kabupaten Blitar Baru 37 Persen, Dishub Siapkan Evaluasi dan Optimalisasi

Tari Pattu’du merupakan tarian adat dari suku Mandar yang berpopulasi besar di Sulawesi Barat. Pada masa lalu, tarian ini dilakukan oleh para wanita untuk menyambut pahlawan yang kembali dari medan perang, serta untuk menghibur pasukan Kerajaan Balanipa. Namun, seiring berjalannya waktu, fungsi tarian ini bertransformasi menjadi bentuk penghormatan kepada raja atau tamu penting yang datang ke wilayah tersebut.

"Tari Pattu’du adalah simbol sukacita dan rasa syukur dari masyarakat Mandar. Melalui tarian ini, kami ingin menghadirkan kehangatan dan semangat dari Sulawesi Barat ke BEN Carnival 3rd, serta memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat Blitar, jelas Anita Reta, Humas Unisba Blitar, Rabu (3/7/2024). 

Keberagaman Tari Pattu’du dalam Sejarah dan Geografi

Menurut literatur budaya, Tari Pattu’du tidak hanya eksklusif bagi Sulawesi Barat, tetapi juga ditemukan di Sulawesi Selatan dan wilayah lain yang memiliki populasi suku Mandar. Dalam Ensiklopedia Seri P-T (1986) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, disebutkan bahwa Tari Pattu’du bisa ditemui di berbagai provinsi di Sulawesi, mencerminkan penyebaran suku Mandar yang melintasi batas-batas administratif.

Di Majene, Sulawesi Barat, varian Tari Pattu’du yang disebut Pattudu Tomuane bahkan dilakukan oleh pria dengan membawa ruas bambu yang mengeluarkan bunyi-bunyian seperti ledakan senapan, memperkaya variasi dan ekspresi dari tarian ini. 

Tari Pattu’du dan Tari Pakarena: Kekayaan Kesenian Sulawesi

Selain Tari Pattu’du, Sulawesi juga terkenal dengan Tari Pakarena dari suku Makassar di Sulawesi Selatan. Tari Pakarena, yang juga dikenal sebagai Tari Kipas, berasal dari legenda seorang dewi kahyangan yang mengajarkan keterampilan rumah tangga kepada manusia. Tari ini sering diiringi oleh tabuhan gendang dan nyanyian dari para penari itu sendiri.

Kedua tarian ini, meski berasal dari suku dan daerah yang berbeda, menggambarkan betapa tarian tradisional menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Sulawesi. Kesenian ini tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana komunikasi budaya dan sejarah yang kaya.

Partisipasi Unisba Blitar dalam BEN Carnival 3rd

Baca Juga : Bupati Blitar Tekankan Pentingnya Sinergi untuk Pencegahan Terorisme di Tingkat Sekolah Dasar

Partisipasi Unisba Blitar dalam BEN Carnival 3rd menunjukkan komitmen universitas ini untuk mendukung dan melestarikan kekayaan budaya 

 "Kami bangga dapat berpartisipasi dalam acara bergengsi ini. Dengan menampilkan Tari Pattu’du, kami berharap bisa memberikan kontribusi positif dan menyajikan sesuatu yang berbeda dan bermakna bagi para penonton," ungkap Wakil Rektor III Unisba Blitar, Dr Supriyono. 

Persiapan Menuju Hari-H

Persiapan menuju pelaksanaan BEN Carnival 3rd sedang berjalan dengan baik. Selain memastikan penampilan yang akan dibawakan oleh Unisba Blitar, pihak universitas juga telah berkoordinasi dengan panitia penyelenggara untuk memastikan semua berjalan lancar pada hari H. 

Dr. Supriyono, Wakil Rektor III Unisba Blitar, menyampaikan antusiasmenya terhadap partisipasi universitas dalam acara ini. "Kami berharap, melalui penampilan ini, kami tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang betapa kayanya budaya Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Unisba Blitar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian budaya," pungkas Supriyono. 

Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, Unisba Blitar siap untuk menjadi bagian dari kemeriahan BEN Carnival 3rd. Penampilan Tari Pattu’du dari Sulawesi Barat diharapkan dapat menjadi salah satu sorotan utama dalam acara tersebut, memberikan warna dan keindahan yang khas dari budaya Nusantara kepada semua yang hadir.

Jadi, jangan lewatkan keseruan BEN Carnival 3rd pada 13 Juli 2024 di Alun-Alun Kota Blitar. Mari kita saksikan bersama keindahan budaya Indonesia yang dipersembahkan oleh Unisba Blitar dan berbagai peserta lainnya.