Diperintah Ketum PKB, Lathifah Shohib Siap Maju Bacalon Bupati Malang
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Yunan Helmy
08 - May - 2024, 12:41
JATIMTIMES - Lathifah Shohib menyebut dirinya akan maju sebagai bakal calon (bacalon) bupati Malang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2024. Keputusan tersebut disampaikan Lathifah usai dirinya mendapatkan perintah dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.
"Saya diperintah oleh ketum. Ketum minta supaya maju N1 (bacalon bupati Malang), jangan N2 (bacalon wakil bupati Malang)," ucap Lathifah saat dikonfirmasi awak media, Selasa (7/5/2024).
Baca Juga : Daftar Tarif Tol Trans Jawa Selama Mudik Lebaran 2024
Menindaklanjuti mandat tersebut, Lathifah mengaku telah mendaftar penjaringan bakal calon kepala daerah (bacakada) melalui DPP PKB. "Saya kan pengurus DPP (PKB). Jadi, jalur pendaftaran itu kan (ada yang) lewat DPP dan DPC (dewan pengurus cabang). Jadi, saya (mendaftar) melalui jalur DPP," ujarnya.
Meski mengakui sudah mendaftar bacakada ke DPP PKB, Lathifah mengaku hingga kini masih dalam tahapan proses seleksi. Sehingga rekom belum turun kepadanya.
"Sedang proses, kan masih ada proses. FIt and proper test dan lain sebagainya," ujar Lathifah.
Terlepas dari proses tahapan penjaringan bacakada, Lathifah secara pribadi mengaku siap jika ditugaskan untuk kembali maju dalam Pilkada Kabupaten Malang 2024. "Ya insya Allah siap lah," tuturnya.
Kesiapan tersebut, diakui Lathifah, juga telah dia buktikan saat Pilkada Kabupaten Malang 2020 lalu. Saat itu Lathifah juga maju sebagai calon bupati Malang menghadapi dua kandidat lainnya. Yakni petahana HM. Sanusi bersama Didik Gatot Subroto (SanDi) dan pasangan dari non-partai politik (parpol) Heri Cahyono dan Gunadi Handoko (Malang Jejeg).
Pada Pilkada Kabupaten Malang 2020 lalu, diakui Lathifah, dirinya hanya kalah tipis dari incumbent. Yakni dengan selisih sekitar 3 persen perolehan suara.
Hasil itulah, menurut Lathifah, nantinya akan dijadikan sebagai salah satu modal untuk kembali menghadapi petahana yang dimungkinkan bakal terulang pada Pilkada Kabupaten Malang 2024.
"Kan kita sudah punya modal di 2020 dan itu tetap kita rawat. Selama 2020 sampai sekarang tetap kita rawat. Kemarin waktu di pileg (pemilihan legislatif) juga kita rawat," pungkas Lathifah.
