Mana yang Lebih Baik, Zikir Bersama Imam dengan Suara Keras atau Sendiri? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Reporter

Mutmainah J

28 - Apr - 2024, 12:47

Ustaz Adi Hidayat. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Zikir merupakan kalimat yang berisi pujian terhadap Allah Subhanahuwata'ala yang disebut dengan kalimat thayyibah.

Kalimat thayyibah termasuk sebagai kelompok dari bacaan zikir yang biasa diucapkan oleh umat Islam.

Baca Juga : Info Nobar Semifinal U-23, Dukung Timnas dengan Camping dan Rekreasi di Pantai Ngilyep

Jadi, kalimat thayyibah adalah kalimat-kalimat kebaikan yang jika diucapkan akan mendapat pahala dari Allah SWT.

Zikir yang paling utama juga dilakukan setiap selesai melakukan salat. Biasanya, para jamaah mengikuti zikir imam dengan suara yang keras. Namun tak jarang ada jamaah yang melakukan zikir sendiri dengan suara yang pelan. 

Namun, terkait zikir dengan suara keras atau pelan ini masih memunculkan polemik di tengah masyarakat awam. 

Lantas, manakah yang benar zikir dengan suara keras atau pelan?

Pendakwah, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan mengenai hal tersebut. Melansir sebuah video yang dibagikannya dalam channel YouTube Adi Hidayat Official, mula-mula Ustaz Adi Hidayat menjelaskan mengenai anjuran untuk tidak beranjak setelah melakukan salat. 

"Qur'an surah 4 ayat 103, silahkan dicek, jika Anda selesai menunaikan shalat silahkan zikir kepada Allah," ungkap Ustaz Adi Hidayat, dikutip Minggu, (28/4/2024). 

"Apa bentuk zikirnya, hadist riwayat Muslim nomer hadist 593, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, Allahuma antassalam waminkassalam tabarakta ya dzaljalali wal ikram," lanjutnya. 

QS. An-Nisa' Ayat 103

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Artinya: "Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."

Lebih lanjut Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa pada awalnya Nabi mengajarkan zikir dengan cara dikeraskan suaranya. 

"Itu kata Ibnu Abbas Radhiallahu ta'ala anhuma, awal-awal masa awal zikir dibimbing oleh nabi dikeraskan," ujarnya.

Baca Juga : Polisi Bantah Korban Tewas Sempat Usir Istri, Kebakaran Disebabkan Rokok dan Kipas Angin

"Kalau nggak dikeraskan bagaimana sampai sekarang kita dengan zikirnya, haditsnya ada, keterangannya ada," sambungnya.

Para sahabat akhirnya memahami zikir yang diajarkan oleh Rasulullah dan mulai mengamalkannya sendiri-sendiri.

"Setelah mereka semua mengetahui zikirnya, cara bacanya, masing-masing paham bahkan tahu kalimat-kalimat yang Nabi ajarkan, maka muncullah kemudian dzikir sendiri-sendiri disitu," jelas Ustaz Adi Hidayat.

"Jadi kalau Anda kumpulkan riwayatnya dengan baik Anda temukan, ada faedahnya dikumpulkannya oleh imam as Syafi'i," terusnya.

Ia pun mengatakan jika Imam Syafii menganjurkan bahwa lebih baik melakukan zikir bersama imam dengan suara keras di dalam lingkungan yang belum mengerti tentang zikir.

"Kata imam as Syafi'i akan lebih baik jika Anda masuk ke lingkungan yang belum paham tentang zikir maka bacakan bimbing mereka dengan yang jahar," terang Ustaz Adi Hidayat.

Lalu, setelah memahami zikir tersebut maka boleh dilakukan dengan sendiri-sendiri.

"Jika sudah diketahui dengan baik, maka silahkan berzikir dengan sir sehingga setiap orang bisa memohon dengan kepentingannya masing-masing," katanya. 

"Itulah keseluruhan hadis," sambungnya.