Viral Pria Bermasker Todongkan Pistol di Konter Agen BRILink Lamongan
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
29 - Mar - 2024, 02:34
JATIMTIMES - Viral di media sosial aksi pria bermasker todongkan benda mirip senjata api. Pelaku merampas ponsel penjaga agen BRILink di Lamongan.
Video aksi pelaku ini terekam CCTV dan viral usai rekamannya dibagikan oleh akun instagram @harsak_report.
Baca Juga : Hanya Berbekal SPK Tanpa Dilengkapi SIMBG, Pembongkaran Gedung di Jember Abaikan Protes Warga
Dalam video tersebut terlihat seorang karyawan agen BRIlink tengah berjaga. Perempuan berhijab itu terlihat asyik bermain HP sesaat sebelum kejadian.
Tidak berselang lama, seorang pria mengenakan jaket hitam, topi, dan bermasker datang. Awalnya pria tersebut terlihat seperti hendak melakukan layanan. Namun, ia justru mengeluarkan pistol dari dalam bajunya.
Pria tersebut kemudian merampas ponsel milik karyawan tersebut. Perempuan itu sempat mencoba menarik telepon genggamnya, akan tetapi gagal.
Perempuan tersebut hanya bisa berteriak minta tolong. Pelaku pun langsung pergi sambil menggondol HP milik perempuan itu.
Dari keterangan video dijelaskan bahwa peristiwa terjadi di Desa Kemlagi, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada Rabu (28/3/2024) pukul 21.30 WIB.
Video itu pun menuai beragam reaksi warganet. Tak sedikit yang menyarankan agar tidak membiarkan karyawan wanita berjaga saat malam hari,apalagi dengan kondisi sepi.
“Bahaya lho agen BRILink itu kalau malem, yang jaga cewek pula," saran akun @army***.
“Kalau keadaan jalan sudah sepi mending tutup aja karena rawan rampok apalagi yang jaga cewek terus sendirian bahaya juga," sambung @lilin***.
“Meskipun pistol mainan pasti si ibu ketakutan. Kalau daerah sepi mending tutup aja kalau malam apalagi yang jaga perempuan," komen akun @ipank***.
Hal yang Harus Dilakukan saat Menghadapi Perampok
Perampokan atau tindak kejahatan lain sejatinya tidak pernah diinginkan oleh siapa pun. Namun, bagaimana ketika harus berhadapan dengan tindak kejahatan yang dapat membahayakan keselamatan ini?
Reaksi dari apa yang terjadi akan sangat menentukan keselamatan. Oleh karenanya, mengetahui situasi dan keputusan yang diambil ketika berhadapan dengan situasi ini akan sangat menentukan. Bersikaplah sigap, tenang dan rasional.
Dilansir dari sejumlah sumber, beberapa hal berikut bisa jadi masukan dalam bersikap atau bereaksi ketika harus berhadapan dengan perampok:
1. Memahami Situasi
Seberapa jauh ancaman yang dihadapi. Jika terancam hingga berpotensi kehilangan nyawa, seperti ditodong dengan senjata tajam atau senjata api, reaksi berlebihan hanya akan memicu hal buruk.
2 Evaluasi Situasi
Baca Juga : Sosok Harvey Moeis, Suami Sandra Dewi yang Jadi Tersangka Korupsi Timah
Jika melihat ada potensi untuk mempertahankan diri dan kabur menyelamatkan diri, sikapi dengan cepat dan dalam keadaan tenang. Pertanyaan-pertanyaan berikut akan membantu: Apa yang mereka inginkan? Siapa pemimpin dari perampokan? Kenapa mereka inginkan itu? Jika semua jawaban bisa menjadi penyelamat, maka segera putuskan.
3. Kenali Area Sekitar
Saat menghadapi perampokan, segera pahami atau lihat lingkungan sekitar. Apakah familiar dengan area tersebut? Apakah terdapat kamera CCTV? Jika ada kesempatan untuk kabur dan menyelamatkan diri? Jawaban pertanyaan ini akan membantu apa aksi yang patut diambil menghadapi situasi ini.
4. Bersikap Hindari Kekerasan Sebisa-bisanya
Buat kesepakatan jika itu memungkinkan demi keselamatan. Putuskan apakah berlari menyelamatkan diri atau sebaliknya. Jika mereka ada di hadapan, maka jalan satu-satunya adalah berlari mundur atau ke arah orang banyak. Jika tak ada jalan lain, maka jalan satu-satunya adalah membela diri sendiri. Siapkan diri untuk hal ini, akan tetapi bukan jadi reaksi pertama.
5. Mempertahankan Diri
Sebelum melakukan ini, cobalah realistik dengan setiap kesempatan yang ada. Jika jumlah perampok lebih banyak dan tak sepadan, atau mereka bersenjata, maka tak bijak jika melawan dengan kekerasan karena sudah pasti kalah dan membahayakan diri. Ingatlah sekali membuat situasi menjadi panas, maka akan sulit meredakannya.
6. Melarikan diri
Jika ini memungkinkan, maka lakukan segera. Namun, jika tak bisa, maka tidak ada gunanya untuk membayakan keselamatan.
7. Kontak Pihak Berwajib
Polisi atau satpam terdekat bisa dimintai pertolongan. Alternatif lainnya, gunakan ponsel untuk mengontak nomor darurat yang bisa dihubungi. Jelaskan secara deskriptif situasi yang dihadapi.
