Tak Hanya Islam, 4 Agama Ini Juga Punya Tradisi Puasa

25 - Mar - 2024, 06:53

Ilustrasi puasa. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Dalam ajaran Islam, puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu dari rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Puasa dimaksudkan agar seseorang bisa lebih bersabar dan mengendalikan diri, serta meningkatkan rasa syukur. Berbagai hal positif akan senantiasa dirasakan oleh umat Islam yang menjalankannya dengan ikhlas. 

Namun rupanya, tradisi puasa ini bukan hanya dilakukan umat Islam, pemeluk agama lain mempunyai tradisi serupa. Puasa dalam agama lain mempunyai aturan berbeda dengan Islam, tapi tujuannya hampir sama untuk melatih kedisiplinan dan kesabaran. Nah, berikut tradisi puasa dalam beberapa agama di dunia yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Yahudi

Baca Juga : Rekomendasi 5 Pengharum Ruangan, Bikin Tamu Betah saat Silaturahmi Lebaran

Penganut agama Yahudi mempunyai tradisi mirip puasa Islam. Mereka berpuasa dari makanan, minuman hingga berhubungan seksual mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Puasa kaum Yahudi dilakukan selama dua hari pada perayaan Yom Kippur dan Tisha B'Av. Hari tersebut diperingati sebagai hari penuh duka dalam kalender Yahudi.

Selain puasa, mereka juga diharamkan memakai parfum, mandi, dan menyikat gigi. Selama dua hari tersebut, mereka tak diperbolehkan mengenakan pakaian berbahan kulit.

2. Jainisme

Agama Jainisme melakukan ibadah puasa dari makanan hewani atau sering disebut puasa nabati. Mereka mempunyai prinsip untuk tidak melakukan kekerasan terhadap semua makhluk, termasuk hewan dan tumbuhan.

Oleh karena itu, mereka juga puasa makan makanan hewani seperti daging dan telur. Umat agama ini hanya diizinkan minum susu selama pemerasannya tidak lewat cara kekerasan terhadap hewan.

Agama Jainisme lazim dianut oleh masyarakat India. Mereka mempunyai kepercayaan yang kental dan disiplin dalam mematuhi aturan asketisme, pengendalian diri, dan penaklukan nafsu untuk mencapai koneksi ilahi.

3. Buddha

Baca Juga : Tips Masak Santan agar Bebas Kolesterol, Makan Tenang Tanpa Takut

Bentuk puasa dari agama Buddha adalah puasa dari pekerjaan. Umat Buddha menyebutnya sebagai puasa Uposatha dan dilakukan selama empat hari setiap bulan kalender (hari ke-1, ke-9, ke-15, dan ke-20).

Selama puasa Uposatha, mereka menahan diri dari segala jenis pekerjaan dan mengabdikan waktunya untuk melakukan meditasi supaya terhindar dari energi negatif termasuk berbicara kotor, bernyanyi, menari hingga menggunakan kosmetik.

Selama empat hari berpuasa, umat Buddha biasanya menyiapkan makanan di hari sebelumnya. Jenis puasa ini juga mirip dengan larangan pada agama Yahudi terhadap beberapa pekerjaan pada hari Sabtu.

4. Kristen

Umat Kristen mempunyai konsep puasa yang mirip seperti Jainisme yakni puasa dari semua sumber makanan hewani. Di negara Inggris, puasa lainnya juga dilakukan umat Kristen tetapi dalam artian mengkonsumsi makanan lebih sedikit.

Menjelang Paskah, penganut Kristen dianjurkan menahan diri dari makanan tertentu dan memberikan sedekah kepada yang membutuhkan. Esensi dari puasa umat Kristen ini adalah untuk meminta pertobatan dan permohonan doa.