Apa itu Herpes? Mengenal Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
23 - Feb - 2024, 07:35
JATIMTIMES - Herpes adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan di kulit dan terasa gatal. Penyakit herpes disebabkan oleh infeksi virus tertentu. Selain itu, herpes adalah penyakit menular dan kerap dialami oleh orang dewasa yang sudah aktif secara seksual.
Ada beberapa penyebab dan gejala herpes yang penting untuk diketahui oleh orang umum. Hal itu bertujuan agar saat terjangkit Herpes, kita bisa secara tepat untuk mengobatinya.
Apa itu Herpes?
Baca Juga : Mengenal Sindrom Stevens-Johnson, Gejala dan Cara Mengobatinya
Dilansir dari Halodoc, Herpes adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan berwarna kemerahan dan berisi cairan pada kulit. Penyebab penyakit herpes adalah virus.
Penyakit ini tergolong sebagai penyakit jangka panjang, karena virusnya bisa bertahan seumur hidup di dalam tubuh seseorang.
Dua jenis herpes yang umum terjadi, yaitu:
- Herpes simpleks akibat virus herpes simpleks (HSV) tipe 1 dan 2.
- Herpes zoster akibat virus varicella-zoster atau virus yang sama dengan penyebab cacar air.
Gejala Herpes
Gejala Herpes biasanya muncul dalam waktu 3-7 hari setelah seseorang terpapar virus. Gejalanya sendiri diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan yang dialami oleh pengidap. Berikut penjelasannya:
1. Infeksi primer
Gejala awal yang dijumpai berupa bintil berwarna putih tampak berisi air atau disebut sebagai vesikel. Bintik ini muncul berkelompok di atas kulit yang sembab dan kemerahan (eritematosa).
Awalnya vesikel tersebut tampak putih, tetapi lama-kelamaan berisi nanah (pus) berwarna hijau.
Terkadang dapat ditemukan juga bintil yang telah pecah, sehingga penampakannya seperti “sariawan” pada kulit. Fase infeksi primer terjadi selama 3 minggu dan sering disertai gejala lainnya.
Contohnya seperti demam, lemas, mual, muntah, dan dapat juga ditemukan pembesaran kelenjar di lipat paha atau di sekitar leher.
Pada tipe I, gejala umumnya muncul pada daerah pinggang ke atas terutama daerah mulut dan hidung.
Infeksi tipe I ini sering disebut sebagai cold sores, yang juga dapat menyerang dinding mukosa mulut dan memberikan tampilan seperti sariawan. Infeksi umumnya dijumpai anak-anak.
2. Fase laten
Saat gejala membaik, bukan berarti virus telah mati. Virus tersebut “beristirahat” di dalam sel saraf tulang belakang manusia. Di fase ini, pelepasan virus masih terus berlangsung, meskipun dalam jumlah sedikit.
Dengan demikian, bisa saja seseorang terkena infeksi herpes dari pasangannya yang terlihat sehat.
3. Fase peluruhan
Pada fase ini, virus mulai berkembang biak di ujung saraf organ tubuh. Apabila ujung saraf yang terinfeksi berada pada organ tubuh yang menghasilkan cairan (misalnya testis atau vagina), virus dapat bercampur dalam cairan tubuh.
Artinya, seseorang dapat memiliki virus herpes di dalam air mani atau lendir vagina. Pada fase ini biasanya pengidap tidak merasakan adanya gejala tertentu
4. Infeksi rekuren
Virus yang beristirahat pada fase laten suatu saat dapat aktif kembali. Faktor-faktor atau kondisi-kondisi yang dapat mengaktifkan infeksi tersebut, antara lain:
- Trauma fisik, seperti demam, infeksi oleh penyakit lain, penyakit HIV/AIDS, hubungan intim, kurang istirahat, menstruasi, dan sebagainya.
- Trauma psikis, seperti gangguan emosional dan depresi.
- Penggunaan obat-obatan dan terapi kanker.
Gejala yang timbul umumnya lebih ringan dibanding infeksi primer dan berlangsung lebih sebentar, yaitu selama 7-10 hari. Kelainan kulit dapat timbul di tempat yang sama (loco) atau di sekitarnya (non-loco).
Sebelum kelainan kulit muncul, pengidap akan mengalami gejala, seperti rasa panas, gatal, dan nyeri.
Selain gejala khas dalam setiap fase di atas, berikut ini beberapa jenis gejala tambahan yang bisa saja dialami pengidap:
- Pada pengidap wanita, gejalanya dapat terjadi disuria atau rasa nyeri saat buang air kecil.
- Keputihan.
- Gejala neuropati, meliputi susah buang air kecil, konstipasi (sembelit), ataupun hilang sensasi pada kulit.
Penyebab Penyakit Herpes
Penyebab penyakit herpes adalah virus herpes simpleks tipe I dan II. Kedua virus tersebut tergolong ke dalam virus DNA. Virus ini mudah menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak kulit, seperti berciuman atau bersentuhan.
Sedangkan pada tipe II, melakukan kontak seksual adalah penyebab utama penularan virus.
Berikut ini beberapa jenis herpes dan penyebabnya:
1. HSV-1
Penyebab penyakit herpes yang pertama adalah herpes virus simplex type 1 atau HSV-1. Ini biasanya menular melalui kontak mulut ke mulut.
Kontak tersebut menyebabkan infeksi di dalam atau di sekitar mulut, sehingga sering kali juga disebut sebagai herpes oral.
Namun, terkadang jenis herpes ini dapat menyebabkan herpes genital.
Contoh kontak langsung misalnya:
- Berciuman.
- Seks oral.
- Kontak kulit ke kulit.
Sementara itu, jika kamu menyentuh luka dari pasangan, dan kemudian menyentuh wajah atau alat kelamin kamu sendiri setelah itu, maka kamu dapat tertular virus.
2. HSV-2
Sama seperti HSV-1, penularan herpes simplex virus type 2 (HSV-2) bisa terjadi melalui kontak langsung dengan luka herpes, air liur, atau cairan lainnya dari tubuh.
Kontak langsung ini contohnya:
- Berciuman.
- Seks oral.
- Berbagi mainan seks (dildo) selama berhubungan seksual.
- Penetrasi seksual.
- Kontak kulit ke kulit lainnya di tempat infeksi.
3. Varicella zoster virus (herpes zoster)
Kebanyakan orang umumnya sudah pernah terkena penyakit cacar di masa kanak-kanak. Virus varicella zoster yang menyebabkan cacar air ini dapat menetap di dasar tulang tengkorak atau tulang belakang.
Aktif atau tertidurnya virus bergantung pada sistem kekebalan tubuh. Namun, suatu saat ketika cacar air sudah sembuh, virus varicella zoster dapat kembali aktif dalam hitungan tahun yang menyebabkan herpes zoster.
Baca Juga : Wajah Kartika Putri Penuh Luka, Netizen Duga Terkena Herpes atau Sindrom Stevens-Johnson
Hingga saat ini belum tahu pasti apa penyebab virus varicella zoster aktif kembali. Hanya saja pada kebanyakan kasus, penyebab utama herpes zooster adalah karena menurunnya sistem kekebalan tubuh.
Hal tersebut menyebabkan tubuh rentan terkena infeksi. Namun, tidak semua orang yang pernah terkena cacar air akan mengalami gangguan ini.
Sama seperti jenis herpes sebelumnya, herpes zosrer juga dapat menular melalui kontak langsung dengan pengidap cacar air. Infeksi virus ini bercirikan bintil kulit berisi cairan (vesikel).
Pengobatan Herpes
Pengobatan Herpes akan berfokus untuk menghilangkan bekas lepuhan dan mencegah penyebaran virus. Meski koreng dan lepuhan dapat hilang dengan sendirinya, pengobatan bisa mengurangi potensi komplikasinya.
Sedangkan untuk mengurangi nyeri akibat virus, kamu bisa melakukan tindakan ini:
- Meminum obat pereda nyeri
- Mandi dengan menggunakan air suam.
- Kompres dengan air hangat atau atau air dingin pada kulit yang terkena.
- Menggunakan pakaian dalam berbahan katun.
- Menggunakan pakaian longgar.
- Menjaga area koreng tetap kering dan bersih.
Dokter mungkin juga meresepkan obat topikal atau obat oral untuk mengurangi gejala herpes, seperti:
- Asiklovir.
- Famsiklovir.
- Valasiklovir.
Khusus ibu hamil dengan penyakit genital, lakukan pemeriksaan diri untuk mencegah penularan pada bayi selama proses persalinan berlangsung. Dalam beberapa kasus, penularan dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan nyawa bayi.
Pencegahan Herpes
Satu-satunya cara untuk sepenuhnya menghindari infeksi virus ini adalah menghindari penyebab penyakit herpes yakni dengan tidak melakukan hubungan seksual dengan pengidapnya.
Jika aktif secara seksual, kamu dapat melakukan hal-hal berikut untuk menurunkan kemungkinan terinfeksi virus:
