Viral Kondisi Kamar Anak Kos yang Jarang Bersosialisasi, Penuh Sampah dan Botol Berisi Air Urine
Reporter
Mutmainah J
Editor
Nurlayla Ratri
05 - Feb - 2024, 05:46
JATIMTIMES - Viral di media sosial sebuah penampakan kamar kos yang begitu menjijikkan di Yogyakarta. Kamar kos tersebut dipenuhi sampah dan juga botol yang berisikan urine atau air seni si penghuni.
Video mengenai kamar kos yang jorok itu diketahui dari unggahan akun TikTok @selamat_anda_menang_ipon. Dalam video tersebut terlihat sarung yang sudah menghitam dan ruangan sudah tidak seperti kamar karena saking banyaknya tumpukan sampah.
Baca Juga : Rekomendasi 5 Rekomendasi iPad Terbaik
Sementara diatas kasur dan lantai terlihat banyak sampah plastik dan botol air kemasan yang menghasilkan bau busuk. Pria yang membuka jendela kamar kos tersebut terlihat kaget dengan kondisi kamar kos tersebut.
Selain kaget, ia juga terlihat menahan bau busuk yang ditimbulkan dari sampah tersebut dengan menutup hidungnya menggunakan baju yang ia kenakan. Pengunggah menjelaskan jika air dalam botol tersebut adalah air pipis dari si penghuni kos.
“itu botol isinya air pipisnya .......?," tulis pemilik akun, dikutip Senin, (5/2/2024).
Dalam keterangannya, pengunggah juga menjelaskan jika si penghuni kos jarang untuk keluar kamar. Pembukaan kamar kos tersebut dilakukan setelah si penghuni tidak keluar satu bulan lamanya.
“Kondisi kamar kos sebelah kamar gue setelah orangnya sebulan ga pernah keluar. Dulu orangnya ga pernah keluar kamar, keluar dua minggu sekali beli shopefood, ke kamar mandi aja ga pernah sama sekali,” jelas pengunggah video.
Video yang menampilkan kamar kos yang dipenuhi sampah itu pun viral dan telah ditonton lebih dari 17 juta views. Tentunya, netizen juga membanjiri unggahan tersebut.
Baca Juga : Pernyataan Sikap Sivitas Akademika UB Terhadap Ancaman Demokrasi Diundur Besok
“Kepo deh, kira2 kalo org yg punya masalah gini, disuru bersihin dia mau ga ya?" Tulis @Yesh***.
“Itu dibobol gitu ya jendelanya? atau emang penghuninya udah ga ngekost lagi?" Tulis @Cia***.
“Dulu saya waktu dikos pernah ngalamin begitu, ahkirnya saya berobat di dokter di diagnosa Borderline Dispersonality Border, dikasih terapi maupun obat," tulis @Nicho***.
