Sejumlah Rumah Rusak Akibat Gempa Dangkal M 4,5 di Brebes
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
16 - Dec - 2023, 04:08
JATIMTIMES - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa kerak dangkal (shalow crustal earthquake) dengan kekuatan Magnitudo 4,5 mengguncang Tegal, Brebes, Cirebon, pada Jumat (15/12/2023) malam sekitar pukul 21.24 WIB. Akibat gempa tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
"Gempa Mag:4.5, 15-Dec-23 21:24:34 WIB, Lok:7.15 LS - 108.86 BT (34 km BaratDaya KAB-TEGAL-JATENG), Kedlmn: 10 Km, dirasakan di Cirebon III MMI, di Tegal, Brebes, Banjar II-III MMI, di Subang II MMI ::BMKG," tulis keterangan BMKG melalui akun X resminya.
Baca Juga : Seiring Terjadi Kecelakaan, Warga Tunggulsari Gelar Istighotsah di Jalan
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan gempa dengan kedalaman 10 km tersebut dipicu oleh adanya aktivitas sesar atau patahan aktif. Dampaknya terdapat dua rumah rusak. Rinciannya, satu rumah rusak sedang di Desa Kadumanis, Kecamatan Salem dan 1 Rumah rusak ringan di Desa Citimbang Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Dalam potret kerusakan rumah yang diunggah Daryono tampak tembok batu-bata milik warga Desa Kadumanis ambruk. Terlihat juga terdapat sebuah bambu untuk menyangga atap rumah tersebut agar tak ambruk.
Sementara itu, di potret kedua, tampak plafon rumah hancur. Terlihat reruntuhan bangunan berserakan di lantai. Kedua rumah rusak tersebut sama-sama berada di Kecamatan Salem,
"Gempa Salem Brebes M4.5 yang terjadi malam ini berdampak kerusakan beberapa bangunan rumah di wilayah Desa Citimbang dan Desa Kedumanis, Kec. Salem, Kab. Brebes. Hal ini disebabkan karena episentrum gempa berada di wilayah tersebut," jelas Daryono.
Lebih lanjut, Daryono menjelaskan bahwa gempa signifikan terkadang tidak muncul secara tiba-tiba. Namun menurut pengamatan BMKG, adakalanya gempa besar diawali dengan kejadian gempa-gempa kecil sebelumnya.
"Seperti halnya gempa yg terjadi di Brebes ini (sebelumnya telah diawali oleh gempa-gempa kecil)," ujarnya.
Wilayah Brebes, Kuningan dan Cirebon, kata Daryono, secara geologis dan tektonik merupakan kawasan tektonik aktif dan kompleks. "Pasalnya di wilayah ini terdapat beberapa struktur sesar aktif," tambahnya.
Baca Juga : Profil Kepala LAN Adi Suryanto yang Meninggal Dunia di Usia 54 Tahun
Sebelum gempa dangkal seperti yang terjadi malam tadi, pada 11 Desember 2020 lalu, gempa juga pernah merusak rumah di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Diketahui, kecamatan ini berada di ujung paling timur dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah.
Gempa bumi tektonik pada 11 Desember 2020 lalu berkekuatan Magnitudo 4,2 dengan kedalaman 5 km. Guncangannya terasa hingga Brebes, Cirebon dan Kuningan tepatnya pada pukul 05.51 WIB, Jumat (11/12/2020).
"(Kala itu) sebanyak 4 rumah rusak sedang, 19 rumah mengalami rusak ringan, dan 2 fasilitas umum yaitu puskesmas terpadu dan gedung posyandu mengalami rusak ringan di Kabupaten Kuningan," jelas Daryono.
Sejarah gempa juga pernah terjadi di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes dan termasuk di Kabupaten Kuningan pada 13 Juli 2013 dengan Magnitudo 4,7.
"Guncangan gempa 13 Juli 2013 dirasakan di Brebes dlm skala intensitas III MMI. Sementara, di Kec. Cibingbin dan Kec. Bantarkawung, Kuningan intensitasnya mencapai IV MMI. Tercatat, 2 rumah rusak berat di Sindangsari dan Kastori, serta 7 rumah rusak ringan di Pasir Salem," pungkas Daryono.
