Hati-Hati Perut Buncit Bisa Sebabkan Beragam Penyakit, Jantung hingga Stroke

Reporter

Binti Nikmatur

18 - Oct - 2023, 01:28

Ilustrasi perut buncit. (Foto: X/@afrkml)

JATIMTIMES - Perut buncit adalah suatu kondisi yang membuat perut terlihat bengkak dan membesar. Perut buncit tidak hanya akan memengaruhi penampilan Anda, namun juga dapat mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Menurut Perawat Afriezal Kamil, S.Kep. Ners atau akrab disapa Rizal Do, yang juga penulis buku "Andai Dalam Sel-Sel Tubuhmu Berbicara", perut buncit lebih berbahaya dibanding obesitas biasa.

Baca Juga : Mendahului Truk dari Kiri, Pemotor Boncengan Dua Terlibat Kecelakaan Maut di Singosari

"Coba bercermin dan perhatikan badan kamu, terutama usia awal 30an atau mas2 akhir 20an nih biasanya perutnya udah maju duluan," kata Rizal Do, dikutip dari akun X (Twitter) pribadinya, Selasa (17/10/2023). 

Lebih lanjut Rizal Do menjelaskan alasan perut buncit berbahaya lantaran adanya beragam jenis lemak di dalamnya. Ia pun menerangkan koka lemak di lengan atau paha yang bisa dicubit adalah lemak subkutan. Sedangkan lemak yang ada di dalam perut namanya lemak visceral. 

"Nah, ada lg namanya lemak visceral yg ada di dalam perut. Lemak ini mengelilingi organ vital kita kayak hati, pankreas, & usus," jelas Rizal Do. 

"Karena lokasinya yang dekat dengan organ penting, lemak ini punya dampak langsung pada fungsi organ tersebut," sambungnya. 

Oleh karenanya, kata Rizal Do, keberadaan lemak viseral yang menumpuk bisa mengganggu kerja organ di tubuh. "Ketika ada terlalu banyak lemak visceral, lemak ini bisa masuk ke dalam sistem pembuluh darah portal dan akhirnya beredar di tubuh," jelas dia. 

"Artinya, lemak dari area perut bisa masuk ke livermu dan ke pembuluh darah lainnya. Organmu jd berasa kayak kecekek, sesek. Kasian," imbuhnya. 

Yang menjadi bahaya lagi, kata Rizal Do, ketika lemak visceral masuk ke aliran darah. Akibatnya lemak tersebut bisa membuat hati bekerja lebih keras, meningkatkan tekanan darah, dan bahkan mengganggu cara tubuh mengatur gula darah.

"Semua ini jelas meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan lainnya," katanya. 

Baca Juga : Pemkot Batu Dapat DBHCHT Rp 44,7 M: Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Rizal Do juga menjelaskan jika lemak visceral bisa melepas zat yang disebut sitokin proinflamasi. Zat ini bisa membuat peradangan atau inflamasi di berbagai bagian tubuh.

"Lemak visceral juga bikin tubuh jadi kurang sensitif terhadap insulin. Kalau ini terjadi, sel jadi susah makan karena glukosa gak bisa diantar masuk ke dalam sel. Tentu bahaya banget, ujung-ujungnya diabet," tandasnya. 

Lebih lanjut, Rizal Do menegaskan jika gabungan semua ulah lemak viseral bisa terjadi. Mulai dari masuknya asam lemak bebas ke hati lewat pembuluh portal dan peradangan bakal merangsang hati/liver untuk menghasilkan lebih banyak LDL.

"Padahal kita tau sendiri LDL tuh kolesterol jahat kan. Dengan makin mudahnya LDL numpuk, lama2 bisa terbentuk plak yg bikin pembuluh darah jd sempit kalau sudah teroksidasi dg radikal bebas," ungkapnya. 

"Kalau penyempitan pembuluh terjadi di arteri koroner jantung, ya risiko serangan jantung meningkat. Jika terjadi di arteri otak, risiko stroke yang meningkat. Dan seterusnya," pungkas Rizal Do.