Puasa Senin Kamis dengan Niat Diet, Hukumnya Bagaimana?
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
09 - Oct - 2023, 02:13
JATIMTIMES - Umat Islam tidak hanya diperintahkan untuk melakukan puasa wajib sebagaimana puasa Ramadan. Namun juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Salah satu puasa sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW adalah puasa Senin Kamis.
Menurut ustadz M. Mubasysyarum Bih, Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, selain kesunnahan, puasa juga bisa dirasakan manfaatnya saat di dunia. Di antaranya dengan puasa, dapat menjaga kesehatan tubuh dan menjauhkan orang yang melaksanakannya dari penyakit.
Baca Juga : Mengenal Konsep Milkul Yamin, Hubungan Seks tanpa Perkawinan
Karena puasa juga memilik efek manfaat dari sisi medis, tidak jarang dalam puasanya seseorang menyertakan niat untuk diet. Yaitu mengatur pola makan untuk kesehatan atau menurunkan berat badan, biasanya atas petunjuk dokter. Lantas bagaimana hukum berpuasa dengan niat diet?
Puasa merupakan ibadah yang membutuhkan niat. Tidak sah berpuasa tanpa niat. Hal ini berdasarkan hadits Nabi: إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ “Keabsahan beberapa amal bergantung kepada niat-niatnya” (HR al-Bukhari).
Untuk puasa sunnah, seperti puasa Senin Kamis sah dilakukan dengan niat yang mutlak, semisal “aku niat berpuasa” tanpa menentukan jenis puasanya.
Namun Menurut Imam al-Nawawi dalam kitab al-Majmu’, pengecualian berlaku untuk jenis puasa sunnah rawatib. Yaitu puasa yang rutin dilakukan yang memiliki waktu khusus seperti puasa Asyura, puasa Arafah, puasa enam hari Syawal dan lain sebagainya. Puasa sunnah rawatib tersebut wajib menentukan jenis puasa-puasa tersebut dalam pelaksanaan niatnya. Semisal “aku niat puasa Syawal”, “Aku niat puasa Asyura” dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana jika sudah niat puasa sesuai standar fiqih, namun disertai motivasi lain di luar ibadah, semisal diet. Dalam hal ini dijelaskan menjadi dua kasus, yakni sebagai berikut:
1. Niat diet berbarengan niat puasa
Menurut beberapa ulama, niat diet disertakan saat pelaksanaan niat puasa, diperbolehkan.
2. Niat puasa tapi ada maksud lain diet
Dalam hal ini, puasanya tetap dihukumi sah, sebab puasa telah dilakukan dengan niat sesuai standar fiqih. Sedangkan untuk pahala, ulama berbeda pendapat. Menurut al-Imam al-Zarkasyi dan Izzuddin bin Abdissalam, tidak mendapat pahala puasa secara mutlak. Menurut Syekh Ibnu Hajar, mendapat pahala secara mutlak, baik tujuan ibadah lebih dominan, berimbang atau bahkan dikalahkan oleh tujuan diet.
Menurut Imam al-Ghazali diperinci, jika tujuan diet lebih dominan, maka pahala puasa tidak didapat, jika lebih dominan tujuan puasa, maka mendapat pahala. Jika keduanya berimbang, maka saling berguguran. Menurut sebagian ulama, bila dua tujuan berimbang, tetap mendapat pahala.
Baca Juga : Heboh Andika Ngaku Dikeluarkan dari Peterpan, Ariel: Aya Aya Wae
Dari beberapa keterangan di atas maka ustaz Mubasysyarum menyimpulkan bahwa berpuasa dengan motivasi melakukan diet hukumnya tetap sah. Dengan syarat niat puasa tetap dilakukan sesuai aturan fiqih.
"Hendaknya motivasi utama dalam menjalani ibadah puasa adalah berpuasa atas dasar mengikuti perintah agama, agar pahala berpuasa lebih terjamin dan kualitas puasa menjadi semakin berkualitas di sisi-Nya," pungkas Ustaz Mubasysyarum.
