9 PSK Kena Jaring Satpol PP Situbondo, Sempat Kejar-kejaran Saat Razia
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Nurlayla Ratri
25 - Aug - 2023, 09:14
JATIMTIMES - Sempat bocor, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkab Situbondo, kembali menyisir warung remang remang di sepanjang jalan raya Kecamatan Banyuglugur. Lokasi itu diduga dijadikan tempat praktik prostitusi .
Dengan strategi baru, Satpol PP Situbondo tidak lagi menggunakan mobil patroli tetapi mengendarai mobil plat hitam. Strategi anyar itu terbukti sukses, sebanyak 9 pekerja seks komersial atau PSK dapat ditangkap meski sempat kejar-kejaran dengan petugas.
Baca Juga : Serunya Lomba Memeriahkan Hari Kemerdekaan RI di Perumdam Among Tirto Kota Batu
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi mengungkapan jika razia dilakukan di beberapa lokasi. Salah satunya adalah warung remang remang yang berada di ujung barat Kecamatan Banyuglugur. Di tempat tersebut Satpol berhasil mengamankan empat wanita PSK, walaupun sempat terjadi drama kejar-kejaran antara petugas dan sejumlah PSK itu.
"Lokasi berikutnya, kami merazia warung remang-remang di sepanjang jalan Raya Pantura Situbondo yang dicurigai masih nekat menyediakan layanan wanita PSK. Di lokasi ini petugas berhasil mengamankan tiga PSK, salah satunya kedapatan masih melayani tamu," ujarnya.
Selain itu, Sopan menambahkan lokasi terakhir yang menjadi sasaran ialah eks lokalisasi Bandengan, di tempat itu petugas berhasil mengamankan 2 PSK.
"Selanjutnya guna diproses pendataan dan pembinaan, sebanyak sembilan wanita PSK itu kami bawa ke kantor," imbuh Kasatpol PP Situbondo itu.
Untuk saat ini, kata Sopan, pihaknya hanya bisa memberikan efek jera dengan pendataan pembinaan terhadap para PSK yang terjaring razia.
"Meski hanya begitu, akan tetapi kami akan terus merazia warung yang nekat menyediakan PSK sebelum mengambil tindakan tegas terhadap pemilik warung," pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang PSK berinisial E mengaku dirinya baru satu bulan berada di warung remang remang Banyuglugur. Menurutnya, dirinya terjun ke dunia itu bukan semata-mata keinginan hatinya, melainkan ingin mencari biaya operasi ibu kandungnya yang menderira tumor di bagian leher.
Baca Juga : Rekayasa Lalu-Lintas di Buk Gluduk Kota Malang Mulai Uji Coba, Lancar Nggak Lur?
"Selain itu saya ingin memberi nafkah empat orang anak saya yang masih kecil pak," ujar wanita yang berusia 30 tahun ini.
PSK yang berasal dari Desa Silo, Kabupaten Jember ini mengaku, selain harus membeli kebutuhan susu kedua anaknya, juga dibebani tanggungan hutang mantan suaminya yang cukup besar di kampung halamannya.
"Mau gimana lagi, ya hanya begini saya bisa lakukan," ucapnya lirih.
Dia mengaku pernah bekerja di Bali sebagai karyawan cuci baju. Namun penghasilan yang didapat selama satu bulan tidak bisa mencukupi kebutuhan dirinya dan anaknya.
"Satu bulan saya digaji hanya Rp 1.3 juta, tapi dengan kerja ini saya bisa mendapatkan Rp 900 sampai Rp 1 juta lebih sebulan," jelasnya.
