Kisah Tentang Gua Hira, Tempat Kali Pertama Nabi Muhammad Menerima Wahyu
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
21 - Aug - 2023, 02:26
JATIMTIMES - Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad menerima wahyu dari Tuhan yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Muhammad menyendiri dari masyarakat Arab yang pada saat itu masih mempraktikkan agama Politeis.
Melansir dari utas yang dibagikan oleh penulis dan pendiri Faktabahasa Erlangga Greschinov, dikisahkan dari tafsir Ibnu Katsir, bahwa suatu hari Nabi Muhammad sedang bertahannuts (menyendiri) dari kehidupan dunia dan sedang berada di dalam gua.
Baca Juga : KPU Kota Batu Resmi Umumkan Daftar Calon Sementara 355 Anggota DPRD
Pada saat itu, sesosok malaikat (Jibril) mendatanginya dan mengatakan padanya, "Iqra" (bacalah). Nabi Muhammad menjawab, "aku tidak bisa membaca". Kemudian Jibril mendekapnya sampai Beliau merasa kepayahan, ia kembali menyuruh hal serupa: "bacalah!" dan jawaban Nabi tetap sama: "aku tak bisa membaca."
Kejadian tersebut berulang hingga ketiga kali hingga Jibril berkata, 1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, 3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, 4) Yang mengajar (manusia) dengan pena, 5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Ini merupakan surah Al-Alaq ayat 1-5, wahyu pertama atau surat yang pertama kali diterima oleh Rasulullah SAW.
Lantas Rasulullah SAW pulang dalam keadaan menggigil dan masuk rumah menemui Khadijah, Nabi bersabda, "Selimutilah aku, selimuti aku." Ia pun segera menyelimutinya hingga rasa takutnya hilang.
Beliau bersabda, "Apa yang terjadi padaku?" Nabi kemudian menceritakan apa yang dialaminya dan bersabda, "Aku khawatir sesuatu akan menimpaku." Khadijah menenangkan Beliau dan berkata, "Sungguh tidak, Demi Allah, Allah tidaklah menghinakanmu. Sebab engkau adalah orang yang suka menyambung silaturahmi, berbicara jujur, menghormati tamu, dan membela hal-hal yang benar."
Sebagai informasi, Gua Hira sendiri berada sekitar 10 kilometer di sebelah timur laut kota Makkah. Gua ini berada pada Jabal Nur (secara harfiah berarti "gunung cahaya"). Jabal Nur sendiri memiliki tinggi 642 meter dan perlu waktu 1-2 jam untuk naik ke tempat Gua Hira.

Banyak umat islam yang ingin masuk ke Gua Hira. (Foto: Twitter)
Baca Juga : Kain Penutup Jenazah di Masjidil Haram Ternyata Beda-Beda Warna, Ini Alasannya
Di Gua Hira sendiri disediakan tempat untuk salat dan masuknya harus mengantre. Karena ada banyak orang ramai yang ingin melihatnya. Dalam beberapa kesempatan, yang mengunjungi gua ini bisa sampai ada ribuan orang.
Gua Hira memegang peranan penting dalam sejarah awal agama Islam. Namun, gua ini tidak memiliki nilai pahala dan keutamaan sebagaimana Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid al-Aqsa. Jadi, Gua Hira ini semacam wisata spiritual, untuk napak tilas sejarah Nabi.
