Ketua DPD RI Tegaskan Tidak Dukung 3 Capres dari Parpol: Akan Usung dari Independen
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Dede Nana
01 - Aug - 2023, 09:30
JATIMTIMES - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan, dirinya tidak akan memberikan dukungan kepada tiga orang calon presiden (capres) dari partai politik (parpol) yang saat ini namanya telah beredar.
Hal itu ditegaskan LaNyalla saat bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Saat pertemuan tersebut, LaNyalla mengaku sempat ditanya oleh Presiden Jokowi perihal pilihan capresnya.
Baca Juga : Rumail Abas Kritik Hasil Bahtsul Masail Ponpes di Cirebon yang Sebut Sunan Gunung Jati Bukan Ba'alawy
"Saya ditanya (Presiden Jokowi), pak ketua siapa calon presidennya, saya bilang nggak ada. Saya tidak akan dukung calon presiden yang sudah ada tiga orang ini," ungkap LaNyalla.
Untuk diketahui, saat ini terdapat tiga tokoh publik yang namanya telah diusung sebagai capres untuk Pemilu 2024 mendatang. Di antaranya Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDI Perjuangan yakni Ganjar Pranowo, kemudian Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, serta mantan Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKS yakni Anies Rasyid Baswedan.
LaNyalla pun menegaskan, alasan utama dirinya tidak memilih ketiga capres yang diusung oleh parpol tersebut karena dirinya bukan orang parpol dan dirinya merupakan orang independen. Menurutnya adanya tiga capres yang diusung parpol tidak adil.
"Saya anggap tidak adil. Coba bayangkan 270 juta (penduduk Indonesia), kemudian kita disodorkan tiga calon presiden yang ditentukan oleh sembilan ketua umum partai," terang LaNyalla.
Pria yang aktif di organisasi kemasyarakatan (ormas) Pemuda Pancasila ini pun mengatakan, jika rakyat Indonesia hanya disodorkan nama-nama capres yang ditentukan oleh sembilan ketua umum parpol, maka perwakilan dari kalangan independen tidak ada.
"Makanya saya usul, harus ada dibuka untuk independen. Kalau tidak dibuka dari independen berarti yang mewakili dari kami DPD, mewakili dari TNI-Polri, mewakili orang-orang yang tidak berpartai, itu nggak ada jalan, itu tidak adil," tegas LaNyalla.
Ketika ditanya untuk nama-nama yang berpotensi untuk diusulkan sebagai capres dari kalangan independen, LaNyalla mengaku sudah ada 100 nama lebih orang independen yang bisa didorong untuk menjadi capres.
Baca Juga : Ketua DPD RI: Banyak Kasus Hukum Menimpa Kades dalam Pengelolaan Keuangan Desa
Namun, ketika disinggung akankah ada nama AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di 100 nama lebih orang independen yang siap didorong untuk menjadi capres, dirinya mengaku tidak akan terlibat.
"Oh saya tidak akan ikut-ikut (menjadi capres dari independen). Saya hanya menerobos saja," kata LaNyalla.
Lebih lanjut, meskipun sudah terdapat 100 nama lebih dari kalangan independen yang siap didorong untuk maju sebagai capres, namun pihaknya saat ini tengah mendesak seluruh elemen untuk mengembalikan sistem bernegara sesuai dengan naskah asli Undang-undang Dasar 1945 sebelum amandemen.
"Kita pasti cari calon presiden sendiri (dari independen), tapi kan tidak ada jalan. Itulah yang saya akhirnya minta, harus kembali ke Undang-undang Dasar 1945 yang asli pada tanggal 18 Agustus 1945, bukan hasil amandemen tahun 1999 sampai 2002, untuk memenuhi keadilan kita semua," pungkas LaNyalla.
