Viral, Cerita Seorang Ayah yang Dibentak Sang Anak saat Wisuda hingga HPnya Dibanting
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
21 - May - 2023, 02:27
JATIMTIMES - Beredar di media sosial seorang pria lanjut usia menangis di tepi jalan usai dibentak sang anak di tempat wisuda hingga hp genggam miliknya dibanting.
Seperti dilihat dalam unggahan @undercover.id, terlihat seorang bapak-bapak yang menangis sesenggukan di atas motor.

Pria yang sudah berusia lanjut itu mengaku telah dibentak oleh sang anak di tempat wisudanya. Tak berhenti di situ saja, ia juga mengaku hp miliknya dibanting hingga pecah.
Baca Juga : Baru Dibuka 8 Hari, Ratusan Tiket Konser KLa Project Terjual
Karena tak kuasa menahan sedih lantaran sikap sang anak, bapak tersebut kemudian pulang. Namun, saat di perjalanan pulang ia kehabisan bensin dan terpaksa ia harus mendorongnya sebab ia hanya membawa uang seadanya saja.
Ia kemudian dijumpai oleh seorang pemuda yang kemudian merekam peristiwa itu. Sambil menangis, bapak tersebut bercerita kepada pemuda itu.
Namun karena kondisi bapak tersebut yang menangis sehingga ucapannya tidak terdengar dengan jelas.
Akan tetapi, pemuda itu berusaha menjadi pendengar yang baik. Ketika si bapak selesai bercerita, pemuda itu memintanya untuk bersabar. Ia kemudian juga mengajak bapak itu untuk mengisi bensin.
"Ayo diisi dulu," ucap perekam video sembari mengajak bapak yang tetap menangis.
Dilihat dari keterangan video, peristiwa itu terjadi di Yogyakarta pada hari ini, Sabtu (20/5/2023).
Baca Juga : Meski Telah Beroperasi, SLF Resto Mie Kober Sulfat Masih Bermasalah?
"ceritanya tadi siang melintas di daerah perempatan 40 Yogyakarta, terlihat ada bapak mendorong motor, saya samperin ternyata bensinnya habis, lalu saya carikanlah bensin," tulis keterangan video.
Video itu pun panen doa dari para netizen untuk bapak tersebut serta panen hujatan untuk anaknya.
"Sehat selalu bapak, mugi Allah berikan kelapangan hati jennengan, ????✨️✨️," tulis @wrm***
"Sabar pak..... doakan agar anaknya mendapat hidayah," tulis @semar***
"Wisuda tidak menjamin untuk lulus menjadi orang yg "berpendidikan dan berakal"," tulis @david***
